Ciputat Timur, biiktngsel.com – Seorang sopir angkutan kota (angkot) ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraannya yang terparkir di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.154.05, Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepolisian Sektor Ciputat Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek KOMPOL Bambang Askar Sodiq, S.H., M.H., bersama Kanit Reskrim IPTU Edi Purwanto, S.H., M.H., dan IPDA Dedi Winra Z. Manurung dari Pos Pengamanan Operasi Ketupat Jaya, segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: Dicuri Saat Bertugas, Wakil Wali Kota Tangsel Gantikan Motor Petugas Kebersihan dengan Dana Pribadi
Kronologi Penemuan Korban
Korban diketahui berinisial T.S. (48), seorang sopir angkot trayek S10 rute Ciputat – Pondok Aren. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh anak kandungnya sendiri, yang sejak pagi berusaha mencari keberadaan sang ayah setelah tak kunjung pulang sejak malam sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rekan-rekan sesama sopir sempat melihat kendaraan korban terparkir di depan SPBU dekat Mega Mall Ciputat.
Ketika saksi—anak korban—mengecek langsung ke lokasi, ia menemukan ayahnya dalam kondisi terlentang di kursi depan mobil dan tidak memberikan respons.
Baca Juga: Tarif 32 Persen dari AS ke Produk Indonesia, Balas Dendam Trump? Ini Penjelasannya
Petugas keamanan SPBU yang menerima laporan dari saksi kemudian segera menghubungi pihak Polsek Ciputat Timur.
Sekitar pukul 14.15 WIB, petugas dari Polsek Ciputat Timur tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Selanjutnya, tim identifikasi dari Polres Tangerang Selatan yang dipimpin IPDA Dody Hendro Wicaksono, S.H., M.H., melaksanakan olah TKP sekitar pukul 16.20 WIB.
Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan dalam posisi terlentang di kursi depan angkot bernomor polisi B 1996 WTX. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit diabetes dan gangguan paru-paru.
Keluarga juga menyatakan menolak proses otopsi maupun visum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.