Ia juga menyoroti potensi kerawanan keamanan, terutama terkait parkir kendaraan pelanggan dan pedagang di sekitar lokasi.
"Orang masuk siapa aja, dari mana aja. Kita was-was kalau motor parkir," tambahnya.
Saat dikonfirmasi, salah satu personel Tangsel Night Market, Angga, enggan memberikan tanggapan terkait protes dari pemilik tenant di ITC BSD.
Namun, berdasarkan informasi dari situs web resmi Tangsel Night Market, pasar malam ini dirancang sebagai kawasan kreatif terpadu dengan lebih dari 200 tenant dari berbagai bidang usaha, termasuk fashion, kuliner, flora dan fauna, serta produk kreatif.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Investigasi Menyeluruh Kasus Penembakan WNI di Malaysia
Tangsel Night Market disebut sebagai destinasi wisata baru yang akan menambah daya tarik Kota Tangerang Selatan.
Seiring dengan protes yang disampaikan oleh pemilik tenant, legalitas, perizinan, serta batasan waktu operasional Tangsel Night Market mulai dipertanyakan.
Jika tidak ada regulasi yang jelas, keberadaan pasar malam ini berpotensi memperburuk kondisi bisnis tenant tetap.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tekankan Peran TNI-Polri sebagai Penjaga Kedaulatan dan Pengayom Rakyat
Oleh karena itu, Pemkot Tangsel diharapkan segera mengambil langkah tegas dalam mengatur keberadaan Tangsel Night Market agar tidak merugikan pemilik tenant di ITC BSD.
Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah dengan membatasi jadwal operasional atau memilih lokasi yang tidak berdekatan dengan pusat perbelanjaan tetap.
Dengan adanya keseimbangan antara pasar malam dan usaha tetap, diharapkan kondisi bisnis di kawasan ITC BSD tetap sehat dan kondusif bagi semua pihak. (***)