Serpong, bidiktangsel.com – Rencana penyelenggaraan Tangsel Night Market di kawasan Ruko Golden Road, Ruko Malibu, Blok S, dan ITC BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menuai polemik.
Para pemilik tenant di ITC BSD menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap potensi dampak negatif dari keberadaan pasar malam ini terhadap bisnis mereka.
Baca Juga: Road to HPN 2025, Literasi Jadi Kunci Pencegahan Pinjol Ilegal dan Judi Online
Protes tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) Non Penghuni ITC BSD, yang menilai bahwa kehadiran Tangsel Night Market dapat merugikan pemilik usaha tetap di ITC BSD.
Pengawas PPRS Non Penghuni ITC BSD, Sung Sonni, menegaskan bahwa omzet pedagang di ITC BSD berpotensi turun drastis jika Tangsel Night Market beroperasi.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan harga barang dan daya tarik pasar malam yang lebih tinggi dibandingkan pusat perbelanjaan tetap.
Baca Juga: Survei Index Politica: 100 Hari Kerja Kabinet Prabowo-Gibran, Menteri Agama Paling Dikenal Publik
"Dengan harga yang lebih murah dan suasana pasar malam yang lebih menarik, pelanggan cenderung beralih ke Tangsel Night Market daripada berbelanja di ITC BSD," ujar Sung Sonni, Sabtu (31/1/2025).
Selain persaingan harga, pemilik usaha juga menyoroti perbedaan biaya operasional antara tenant di ITC BSD dan pedagang pasar malam.
Tenant di ITC BSD harus membayar sewa yang tinggi, pajak, dan biaya operasional lainnya, sementara pedagang Tangsel Night Market hanya perlu membayar sewa sementara yang jauh lebih murah.
Baca Juga: Tetangga Dianggap Tak Peduli, Bocah 10 Tahun di Nias Alami Kekerasan hingga Patah Tulang
Hal ini dinilai menciptakan persaingan yang tidak adil.
Selain dampak ekonomi, pemilik tenant juga mengkhawatirkan aspek keamanan dan kebersihan di sekitar kawasan ITC BSD jika pasar malam tersebut beroperasi.
Seorang pedagang warkop di ITC BSD berinisial CT (57) berharap agar penyelenggaraan Tangsel Night Market ditunda atau bahkan dibatalkan, karena belum ada sosialisasi kepada pemilik tenant maupun pedagang yang sudah lama berjualan di kawasan tersebut.
"Sekarang belum buka aja omzet udah turun. Apalagi nanti kalau sudah buka," keluhnya.
Artikel Terkait
DPRKP Kabupaten Serang Targetkan Pembangunan 1.000 Unit Rutilahu pada 2025
BPR/BPRS Harus Permudah Akses Masyarakat Kecil, Dorong UMKM Naik Kelas
Ketua PWI Sulsel Tegak Lurus Satu Komando, Siap Hadiri HPN 2025 di Banjarmasin
Respon Permintaan Tambahan Anggaran MBG Rp100 Triliun: Dorongan Besar bagi UMKM dan Petani Lokal
Aturan Membawa Powerbank di Pesawat: Panduan Lengkap untuk Penumpang