info-tangsel

Presiden Prabowo Subianto Umumkan Kenaikan Upah Minimum Nasional 2025

Rabu, 4 Desember 2024 | 15:47 WIB
Presiden menyampaikan berbagai kebijakan strategis.

Jakarta, BIDIKTANGSEL.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar konferensi pers usai rapat terbatas yang berlangsung di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan berbagai kebijakan strategis, termasuk keputusan mengenai kenaikan upah minimum nasional (UMN) tahun 2025.

"Selamat sore, Syalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya. Saudara-saudara sekalian, baru saja kami melaksanakan rapat terbatas untuk membahas beberapa masalah penting, terutama terkait penetapan upah minimum tahun 2025," ujar Presiden Prabowo di awal penyampaiannya.

Baca Juga: Tangsel Color and Bubble Run: Semarak HUT ke 16 Kota Tangerang Selatan yang Penuh Warna

Presiden menegaskan bahwa upah minimum merupakan jaringan pengaman sosial penting bagi pekerja, khususnya mereka yang bekerja kurang dari 12 bulan.

Penetapan UMN bertujuan meningkatkan daya beli pekerja sekaligus menjaga daya saing usaha. Dalam rapat tersebut, Menteri Tenaga Kerja awalnya mengusulkan kenaikan sebesar 6%.

Namun, setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan buruh, diputuskan kenaikan rata-rata UMN tahun 2025 sebesar 6,5%.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Optimistis Capai Zero AIDS 2030, Fokus pada Pencegahan dan Pengobatan

"Untuk upah minimum sektoral, penetapannya akan dilakukan oleh dewan pengupahan provinsi, kota, dan kabupaten. Ketentuan lebih rinci akan diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan," jelas Presiden

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya program kesejahteraan buruh. Salah satu inisiatif yang ditekankan adalah pemberian bantuan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil dari keluarga buruh.

Dalam program ini, setiap anak atau ibu hamil akan menerima bantuan sebesar Rp10.000 per hari, dengan target awal mencakup keluarga yang berada di desil bawah.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Dorong Konsumsi Ikan melalui Program Gemarikan

"Jika dihitung rata-rata, sebuah keluarga dengan tiga anak bisa menerima Rp30.000 per hari. Dalam satu bulan, bantuan ini bisa mencapai Rp27 juta per keluarga. Ditambah dengan program perlindungan sosial lainnya seperti PKH dan bantuan sosial lainnya, saya kira ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat, termasuk buruh," ungkapnya.

Presiden juga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki kesejahteraan buruh di masa mendatang, meskipun kondisi anggaran menjadi salah satu tantangan.

Konferensi pers ini ditutup dengan pernyataan bahwa tidak akan ada sesi tanya jawab untuk sementara.

Halaman:

Tags

Terkini