Cegah Anemia dan Stunting, Pemkot Tangsel Intensifkan Program Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 4 Desember 2024 | 14:45 WIB
Dinkes Tangsel terus memperkuat upaya pencegahan anemia dan penurunan angka stunting melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).
Dinkes Tangsel terus memperkuat upaya pencegahan anemia dan penurunan angka stunting melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).

Ciputat, BIDIKTANGSEL.com  – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan anemia dan penurunan angka stunting melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD).

Sasaran utama program ini adalah remaja putri, ibu hamil, dan ibu nifas sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: HUT ke 53 Korpri: Sekda Bambang Ingatkan ASN Tangsel sebagai Simbol Persatuan

Kepala Dinkes Tangsel, dr. Allin Hendalin, menegaskan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri karena berdampak langsung pada kesehatan reproduksi mereka di masa depan.

"Program TTD adalah langkah preventif yang sangat strategis dalam upaya menekan angka stunting," jelas dr. Allin, Senin (2/12/2024).

Selain untuk remaja putri, TTD juga diberikan kepada ibu hamil guna menurunkan risiko kehamilan berbahaya serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

Baca Juga: Pokja RCCE Dukung Transformasi Kesehatan melalui Edukasi Inovatif dengan Teknik Interpersonal Communication (IPC)

Distribusi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Tablet Tambah Darah didistribusikan secara gratis melalui puskesmas, posyandu, dan sekolah. Untuk remaja putri, pemberian TTD dilakukan seminggu sekali bagi mereka yang memiliki kadar hemoglobin (Hb) normal, sementara remaja dengan anemia menerima terapi intensif hingga kadar Hb stabil.

"Distribusi TTD melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, dan Kemenag untuk menjangkau lebih banyak sasaran," tambah dr. Allin.

Bagi ibu hamil, TTD diberikan satu kali sehari jika Hb normal, atau dua kali sehari jika mengalami anemia. Program ini dilengkapi dengan pemantauan efektivitas melalui skrining anemia dan penanganan kasus anemia pada remaja.

Baca Juga: BPBD Tangsel Himbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana untuk Hadapi Musim Hujan

Sebagai bagian dari edukasi masyarakat, Dinkes Tangsel juga membentuk "Doremi Fasollasido" sebagai duta pencegahan anemia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi TTD, sarapan bergizi, dan olahraga melalui gerakan Aksi Bergizi.

"Program ini dirancang hingga tahun 2029 dengan target mencakup 95 persen remaja putri dan ibu hamil," ujar dr. Allin.

Masyarakat diimbau untuk mendukung keberhasilan program dengan mengikuti pola hidup sehat serta rutin mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Tangsel optimis mencapai target bebas anemia dan stunting di masa depan. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X