info-tangsel

Bawaslu Tangerang Selatan Gelar Sosialisasi "Perempuan Berdaya Mengawasi" untuk Pilkada 2024

Rabu, 16 Oktober 2024 | 21:05 WIB
Komisioner Bawaslu Tangerang Selatan Koordinator SDM dan Organisasi, Karina Permata Hati.

Serpong, bidiktangsel.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tangerang Selatan menggelar sosialisasi bertema "Perempuan Berdaya Mengawasi" yang dihadiri oleh 120 perempuan perwakilan dari partai politik, organisasi masyarakat, serta anggota PKK dari tujuh kecamatan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peran aktif perempuan dalam pengawasan Pilkada 2024, sejalan dengan target keterwakilan perempuan sebesar 30% dalam proses demokrasi, Swissbell Serpong, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga: Benyamin Davnie Prioritaskan Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur dalam Kampanye di Setu Tangsel

Komisioner Bawaslu Tangerang Selatan Koordinator SDM dan Organisasi, Karina Permata Hati, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberdayakan perempuan dalam pengawasan pemilu.

"Kami ingin mendorong perempuan untuk lebih aktif dalam proses demokrasi, terutama dalam hal pengawasan pemilu. Selama ini pengawasan sering dianggap sebagai peran laki-laki, namun kami ingin mengubah pola pikir tersebut," jelas Karina.

Menurut Karina, partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu dapat memberikan dampak signifikan, terutama dalam menjaga integritas pemilu.

Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Fokus pada Infrastruktur dan Pendidikan dalam Kampanye di Pamulang

"Perempuan memiliki peran penting dalam keluarga dan masyarakat, yang membuat mereka memiliki pengaruh kuat dalam pencegahan pelanggaran pemilu, mulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga hingga lingkungan RT," tambahnya.

Dalam sosialisasi ini, Karina juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam partisipasi politik dan pengawasan pemilu.

"Meski jumlah pemilih perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tingkat partisipasi mereka dalam pemilihan dan pengawasan masih rendah. Selain itu, perempuan cenderung lebih cepat terpapar dan menyebarkan informasi negatif melalui media sosial," jelasnya.

Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Tekankan Pembangunan Berkelanjutan di Tangerang Selatan

Sebagai langkah konkret, Karina mendorong agar perempuan tidak hanya terlibat dalam pengawasan kampanye, tetapi juga dalam penertiban alat peraga kampanye (APK) yang kerap menjadi sumber pelanggaran.

"Pengawasan terhadap APK bukan hanya tugas laki-laki, perempuan pun bisa berperan aktif," tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan pelanggaran pemilu yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Halaman:

Tags

Terkini