Pelatihan Pengomposan dan Pembibitan Tingkatkan Efisiensi Pemeliharaan Taman di Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 12:47 WIB
kegiatan pelatihan pengomposan dan pembibitan yang digelar oleh DLH Tangsel.
kegiatan pelatihan pengomposan dan pembibitan yang digelar oleh DLH Tangsel.

Serpong, bidiktangsel.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya meningkatkan kualitas pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) melalui pelatihan bagi petugas lapangan, Selasa (15/10-2024).

Dalam kegiatan pelatihan pengomposan dan pembibitan yang digelar oleh DLH Tangsel, Kepala DLH, Wahyunoto, menyampaikan bahwa keterampilan ini sangat penting untuk menunjang keberhasilan pemeliharaan taman di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sidak Penertiban Lalu Lintas di Pertigaan Serua Ciputat, Tangsel: Upaya Kolaborasi Mengurai Kemacetan

"Pelatihan ini kami tujukan kepada petugas lapangan, terutama perawat taman. Kami ingin memastikan bahwa tanah yang dikelola subur, dan jika belum subur, mereka tahu cara memperbaikinya melalui pengomposan," ungkap Wahyunoto dalam wawancara khusus. 

"Keterampilan pengomposan dan pembibitan ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya sangat luas. Dengan keterampilan ini, petugas kami dapat melakukan perawatan taman dengan lebih efektif dan efisien," tambahnya.

Wahyunoto juga menegaskan bahwa saat petugas menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini, mereka tidak hanya menjaga keindahan taman, tetapi juga membantu menghemat anggaran dengan tidak harus membeli bibit baru. 

Baca Juga: Hadiri Kirab Menuju Porkot Tangsel 2024, Pjs Wali Kota Tabrani Beri Semangat kepada Atlet

"Sebetulnya, pohon-pohon yang dirawat, ketika dipangkas, masih bisa disetek dan ditanam kembali. Ini lebih efisien daripada membeli bibit baru," tambahnya.

DLH Tangsel sendiri memiliki lahan pembibitan (nursery) di dekat Tol Rawa Buntu, yang digunakan untuk menumbuhkan bibit tanaman hias dan pohon pelindung. 

"Kami memanfaatkan lahan sekitar 2.000 meter persegi untuk nursery. Bibit yang dihasilkan siap diaplikasikan di taman-taman, sehingga kami tidak perlu selalu membeli bibit baru," jelas Wahyunoto.

Baca Juga: Laki-Laki Melompat dari Fly Over Ciputat, Korban Segera Dilarikan ke Rumah Sakit

Dalam pelatihan ini, DLH Tangsel juga menghadirkan narasumber profesional, termasuk dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan ahli di bidang hidroponik dan agroponik.

"Teknologi hidroponik memungkinkan kami memaksimalkan lahan yang terbatas untuk menghasilkan ribuan bibit tanaman," kata Wahyunoto.

Menanggapi kendala yang dihadapi dalam menjaga RTH, Wahyunoto mengakui adanya tantangan dalam mempertahankan ruang terbuka hijau di tengah permintaan berbagai pihak yang ingin memanfaatkan lahan untuk keperluan lain, seperti lapak UMKM dan pemasangan iklan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X