Setu, bidiktangsel.com - Dugaan tindakan kekerasan oleh seorang oknum guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menuai sorotan.
Insiden yang terjadi saat jam pelajaran ini melibatkan seorang guru yang diduga melempar gunting ke arah siswa, yang kini menjadi perhatian serius masyarakat, termasuk dari Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.
Baca Juga: Pj Bupati Tangerang Lepas Atlet Menembak Kabupaten Tangerang Ke Ajang PON
Kak Seto, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang juga dikenal sebagai psikolog anak, mengecam keras tindakan tersebut.
Menurutnya, perilaku ini jelas merupakan bentuk kekerasan terhadap anak yang tidak dapat dibenarkan dalam konteks apa pun, terutama oleh seorang pendidik.
"Ini adalah kekerasan terhadap anak dan jelas tidak layak dilakukan oleh seorang guru. Tindakan ini tidak hanya merugikan siswa yang menjadi korban, tetapi juga mencoreng nama baik Tangerang Selatan yang selama ini dikenal sebagai Kota Layak Anak," ujar Kak Seto dalam keterangannya pada Selasa (3/9/2024).
Baca Juga: Paus Fransiskus Prioritaskan Kaum Marginal dalam Kunjungan ke Indonesia
Kak Seto menegaskan bahwa seorang pendidik seharusnya memiliki peran sebagai pembimbing dan pengajar, bukan malah melakukan tindakan yang membahayakan siswa.
"Jawaban salah dari seorang siswa bukanlah sebuah kejahatan, melainkan bagian dari proses belajar. Guru seharusnya meluruskan kesalahan tersebut, bukan merespon dengan kekerasan. Ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip pendidikan yang seharusnya dijunjung tinggi," tambahnya.
Kasus ini saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian, sementara pihak sekolah, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa sekolah menghormati dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku.
Baca Juga: Oknum Guru SMAN 2 Tangsel Diduga Lempar Gunting ke Siswi, Kasus Berujung ke Ranah Hukum
"Kami menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwenang dan akan menunggu hasil dari proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya pada Senin (2/9/2024).
Insiden ini bermula ketika oknum guru tersebut merasa kesal karena tidak ada siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.
Ketika akhirnya ada seorang siswa yang memberanikan diri menjawab, jawaban tersebut ternyata salah, yang diduga memicu kemarahan sang guru hingga terjadi pelemparan gunting.