Ciputat, bidiktangsel.com – Di tengah lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencapai 130% dibandingkan tahun lalu, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, meluncurkan strategi komprehensif dan proaktif untuk menekan angka kasus. Salah satu strategi kunci yang diusung adalah Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.
"Strategi ini berangkat dari keprihatinan dan upaya pencegahan yang kita lakukan. Selain kesiapan dalam menangani pasien, kita juga fokus pada pencegahan melalui gerakan Jumantik ini," jelas Benyamin, Selasa (2 Juli 2024).
Baca Juga: PEPARPEDA VIII Banten: Ajang Mempersiapkan Atlet Disabilitas Berprestasi Menuju PEPARPENAS 2025
Satu Rumah Satu Jumantik menugaskan satu orang di setiap rumah untuk memantau jentik nyamuk secara rutin setiap hari.
Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan fogging atau abate.
"Setiap rumah harus ada yang rutin memeriksa bak mandi dan tempat-tempat potensial berkembangnya jentik nyamuk. Pencegahan melalui pemantauan jentik jauh lebih penting daripada sekadar fogging atau abate," tegas Benyamin.
Program Jumantik ini telah diterapkan di beberapa wilayah di Tangsel dan diharapkan dapat segera diterapkan secara menyeluruh.
Baca Juga: Semarak Nobar Euro 2024 di Ciputat Timur Berlangsung Seru dan Meriah!
"Walaupun kasus DBD meningkat 130%, kami optimis program ini dapat menekan angka kasus tahun ini," ujar Benyamin.
Selain Jumantik, Benyamin juga menyinggung tentang sosialisasi pengembangan nyamuk Wolbachia, meskipun implementasinya masih dalam tahap awal.
"Sosialisasi mengenai nyamuk Wolbachia sudah dilakukan di beberapa perumahan. Kita tunggu perkembangannya," tuturnya.
Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, bersama dengan strategi lain, merupakan upaya nyata Pemkot Tangsel dalam memerangi DBD dan memastikan kesehatan warganya. (***)