Artikel - Seiring perkembangan zaman diera teknologi digitalisasi semakin maju banyak aplikasi media sosial yang semakin pintar serta membuat kita merasa terhibur, memudahkan dan tentunya menarik perhatian kita. Salah satunya adalah aplikasi Tiktok, Tiktok adalah sebuah aplikasi media sosial asal cina yang digunakan untuk mengedit serta mengunggah sebuah video.
Sejak masa pandemi Tiktok menjadi viral disemua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. “Indonesia merupakan negara pengguna Tiktok terbesar kedua setelah Amerika Serikat” ucap CEO Tiktok Shou Zi Chew atau yang akrab dipanggil Mr. Chew dalam sebuah wawancara yang disiarkan langsung melalui Tiktok saat Mr. Chew datang ke Indonesia. Tiktok juga membuat kita para pengguna semakin tertarik untuk menjadi kreatif dan produktif dengan mengikuti berbagai trend yang sedang hangat dilakukan semua orang.
Banyak fitur baru yang diberikan Tiktok untuk mengundang lebih banyak pengguna untuk mengunduh Tiktok digadget mereka, serta membuat pengguna tidak merasa bosan saat menggunakannya. Selain fitur filter unik untuk mengedit atau membuat video, Tiktok juga memberikan fitur belanja yang disebut Tiktok Shop. Tiktok Shop adalah fitur belanja yang memberikan wadah bagi para pengguna untuk membeli, mempromosikan dan menjual sebuah produk.
Baca Juga: Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Adakan Kegiatan Mobile Quran di Lebak
Tiktok Shop di Indonesia mulai diluncurkan pada tahun 2021. Awal peluncuran fitur ini masih banyak pengguna yang belum mengerti bagaimana cara menggunakan serta masih banyak kekurangan pada fitur ini. Seperti belum banyak yang menjual produk, tidak tahu cara memesan sebuah produk, belum banyak jasa pengantar paket dari sebuah produk dan lain sebagainya. Namun, Tiktok selalu memperbaiki kekurangan tersebut hingga di Tahun 2022 hingga 2023 fitur ini banyak digunakan dan menjadi fitur unggulan Tiktok.
Sebelum adanya Tiktok Shop banyak aplikasi belanja online seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Instagram serta Facebook juga menghadirkan fitur belanja untuk mempromosikan produk pada aplikasi mereka. Tetapi, semakin Tiktok memperbaiki fitur Tiktok Shop dan memberikan diskon dan gratis ongkir pada suatu produk yang tidak masuk akal banyak pengguna yang lebih memilih untuk berbelanja di Tiktok Shop daripada diaplikasi tersebut.
Banyak UMKM lokal asli Indonesia yang ikut mempromosikan serta menjual produk mereka pada Tiktok Shop karena banyaknya orang yang lebih memilih belanja pada Tiktok Shop. Dipertengahan tahun 2023 ada sebuah keluhan dari salah satu UMKM lokal yang mengatakan bahwa produk yang dijual UMKM lokal kalah saing dengan produk impor asing yang sama dengan apa yang mereka jual namun harganya jauh lebih murah, hal tersebut membuat omzet penjualan mereka menurun hingga harus PHK beberapa karyawan bahkan sampai gulung tikar.
Sudah sebulan sejak pemerintah resmi menutup Tiktok Shop pada Rabu (04/10/2023) pukul 17.00 WIB berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, yang berisi “Social commerce dilarang memfasilitasi transaksi pembayaran pada sistem elektroniknya dan hanya dapat melakukan penawaran/promosi barang dan/jasa,” tegas Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Baca Juga: UIN Jakarta Sukses Distribusikan Daging Qurban pada Idul Adha 1444 H
Penutupan fitur Tiktokshop ini membuat masyarakat dan pedagang berpendapat pro dan kontra. Setiap suatu kebijakan ditetapkan maka akan terjadi pro dan kontra serta memberikan dampak yang disebabkan dari kebijakan tersebut dibuat. Bagi masyarakat yang berpendapat pro menganggap penutupan tiktokshop ini berdampak positif bagi para pelaku Umkm lokal agar usahanya semakin sukses dan pusat perbelanjaan kembali ramai, mereka merupakan sebagain masyarakat yang lebih suka berbelanja langsung ditoko daripada belanja secara online. Menurut mereka belanja dionline itu tidak puas tidak bisa liat secara langsung kualitas dari produk dan sering ketipu.
Sedangkan, Masyarakat yang berpendapat kontra mereka mengaggap bahwa penutupan Tiktokshop berdampak negatif dengan ditutupnya Tiktokshop mereka sangat kecewa dan kesal sebab sudah tidak ada lagi platform belanja online yang memberikan banyak diskon dan gratis ongkir. Menurut mereka Tiktokshop merupakan belanja online yang sudah menjadi langganan dihati mereka selain Shopee, Lazada atau Tokopedia. Mereka yang berpendapat dampak negatif ini merupakan sebagian masyarakat yang aktif dan pintar menggunakan gadget sehari-hari dimana mereka lebih suka berbelanja online. Menurut mereka berbelanja online itu lebih mudah, praktis dan efisien waktu sebab dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak perlu datang ke toko langsung.
Dikutip dari hasil wawancara pihak CNN Indonesia terhadap pedagang di Pasar Tanah Abang, mereka mengatakan bahwa penutupan Tiktokshop tidak terlalu berdampak besar pada hasil penjualan mereka, namun setidaknya ada perubahan sedikit dari sebelum Tiktokshop masih dibuka. Banyak perbedaan pendapat yang dirasakan oleh setiap pedagang, ada yang berpendapat penutupan ini berdampak positif dan berpendapat negatif. Dampak negatif dan positif hanya dapat dirasakan oleh pribadi masing-masing.
Dalam wawancara lain yaitu pihak Metro Tv di Pasar Tanah Abang, ada pedagang yang selain berjualan langsung ia juga mempromosikan serta menjual produk mereka di Tiktok Shop, Beliau mengatakan bahwa produknya lebih laris jika dijual di Online daripada langsung ditoko. Namun, Gratis ongkir dan diskon yang tidak sesuai harga jual asli membuat mereka terkadang juga kesal sebab harganya menjadi turun drastis walau produk laris terjual.