Ciputat, bidiktangsel.com - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, dalam menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem perlu dilakukan dengan berbagai langkah.
Hal tersebut disampaikan Benyamin usai membuka rapat verifikasi data sasaran kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Aula Blandongan Puspemkot Tangsel, pada Kamis (12/10).
"Kita sudah meluncurkan banyak program baik fisik maupun non fisik. Nah, persoalannya sekarang berkutat pada data," kata Benyamin.
Baca Juga: Ribuan Pelari Meriahkan Multatuli Run 2023 di Kabupaten Lebak
Menurut Benyamin, berbagai langkah itu harus dimulai lewat integrasi program dan kolaborasi. Seperti pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan kemampuan untuk pendapatan orang miskin, dan pengembangan dan keberlanjutan usaha ekonomi mikro, kecil milik masyarakat.
"Kita kolaborasi jadi bukan hanya tugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Disperindag, Dinas Koperasi saja, kecamatan, kelurahan. Tetapi, kita semua harus terlibat, dan sinergi," terang Benyamin.
Lebih lanjut, Benyamin mengatakan, setelah upaya intervensi dilakukan, seharusnya saat ini sudah ada peningkatan konsumsi dari masyarakat kategori miskin ekstrem.
Oleh karenanya, Pemkot akan memverifikasi data mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota yang nantinya dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).
Baca Juga: KPU Umumkan Masa Pendaftaran Capres dan Cawapres Mulai 19-25 Oktober
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Tangsel, Eki Hardiana mengungkapkan, masyarakat miskin di Tangerang Selatan dikategorikan dengan konsumsi perbulan 700 ribu rupiah, dan biaya konsumsi miskin ekstrem sebesar 500 ribu rupiah.
"Kendati demikian terjadi penurunan data dari 2,57 persen menjadi 2,50 persen," ucapnya.
Eki mengatakan, kegiatan verifikasi data ini dilakukan untuk memastikan kembali jumlah data kemiskinan yang ada di Tangerang Selatan. (***)