Menu MBG Bisa Dipilih Lewat Aplikasi, Skema Grab-OVO Diterapkan di Sekolah Khusus Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:37 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan yang mewakili Wali Kota Tangsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni, Camat Pondok Aren Hendra, serta Lurah Pondok Kacang Timur Murtado.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan yang mewakili Wali Kota Tangsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni, Camat Pondok Aren Hendra, serta Lurah Pondok Kacang Timur Murtado.

Pondok Aren, bidiktangsel.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamendigi) Republik Indonesia, Angga Raka Prabowo, mengunjungi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) swasta Yayasan Inklusi Pelita Bangsa bersama Grab-OVO di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 01 Pondok Kacang Timur, Kota Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan yang mewakili Wali Kota Tangsel, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni, Camat Pondok Aren Hendra, serta Lurah Pondok Kacang Timur Murtado.

Baca Juga: Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo Tinjau MBG di Tangsel, CSR Grab-OVO Jangkau 5.000 Siswa Berkebutuhan Khusus

Dalam keterangannya kepada wartawan seusai kegiatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan, program makan bergizi tersebut dirasakan manfaatnya oleh pihak sekolah, terutama dalam membantu mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan makanan siswa sehari-hari.

“Lumayan bisa mengurangi beban belanja makanan seperti yang ada tiap hari. Ini yang disampaikan oleh guru. Saya mendengar langsung apa yang disampaikan oleh guru, dan anak-anak tadi juga menikmati makanannya,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, salah satu hal yang membedakan skema MBG melalui Grab-OVO adalah adanya pilihan menu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi sekolah. Pemesanan dilakukan melalui aplikasi, termasuk dengan menentukan jenis makanan yang akan disediakan.

Baca Juga: Ledakan Pasar Cimanggis Ciputat Tewaskan Dua Orang, 11 Korban Luka Luka Masih Dirawat

“Yang unik, di aplikasi itu bisa memilih. Misalnya ingin ada protein, sayuran, dan lain sebagainya. Pemesanan bisa dilakukan seminggu sebelumnya, sehingga makanan yang datang sesuai dengan pilihan sekolah,” jelasnya.

Pilar menilai, mekanisme pemilihan menu tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong antusiasme siswa untuk menikmati makanan yang disediakan. Meski demikian, manfaat program bagi pemenuhan gizi siswa tetap perlu dilihat dari kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi dan kondisi masing-masing anak.

Menjangkau Sekitar 200 Siswa Berkebutuhan Khusus

Pilar menyebutkan, SKhN 01 Pondok Kacang Timur memiliki sekitar 200 siswa, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Baca Juga: Ledakan Guncang Pasar Cimanggis Ciputat, Diduga Berasal dari Tabung Gas, Korban Belum Terverifikasi

Ia berharap dukungan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Mudah-mudahan anak-anak ini menjadi anak-anak yang hebat, membanggakan orang tua, dan bisa berprestasi,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X