Ditunggu Satu Jam, Warga Pamulang Permai I Kecewa Tak Ditemui Kadishub Tangsel

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 4 Maret 2026 | 11:12 WIB
Ketua Paguyuban Pamulang Permai I, Gus Amos Sugianto, mengaku merasa tidak dihargai.
Ketua Paguyuban Pamulang Permai I, Gus Amos Sugianto, mengaku merasa tidak dihargai.

Serpong – Warga Pamulang Permai I RW 23 mengaku kecewa setelah tidak dapat bertemu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan dalam agenda rapat yang sebelumnya dijadwalkan melalui surat resmi tertanggal 3 Maret 2026.

Undangan bernomor 000.2.2.3/008/Dishub/2026 yang diteken Kepala Dishub Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, mengagendakan pertemuan pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di ruang rapat lantai 6 Kantor Dishub Tangsel, kawasan perkantoran Lengkong Wetan, Serpong.

Baca Juga: Gate Parkir Berbayar Pamulang Permai I Dipasang Malam Hari, Warga Kecewa

Agenda tersebut merupakan tindak lanjut hasil aksi damai Paguyuban Ruko Perumahan Kuliner RW 23 Pamulang Permai I terkait polemik pengelolaan parkir di ruko Pamulang Permai I Blok SH 1–6 dan 7–12.

Namun, menurut perwakilan warga, setelah menunggu lebih dari satu jam, Kepala Dishub tidak kunjung hadir. Informasi yang diterima di lokasi menyebutkan Ayep Jajat Sudrajat sedang menghadiri rapat di Pemkot Tangerang Selatan.

Ketua Paguyuban Pamulang Permai I, Gus Amos Sugianto, mengaku merasa tidak dihargai. Ia bahkan sempat meluapkan emosinya di area resepsionis karena merasa diundang namun tidak diakomodir.

Baca Juga: Safari Ramadan Tangsel 2026 Jadi Ruang Silaturahmi Warga, Wakil Wali Kota: Perkuat Komunikasi dan Dukungan Program Pembangunan

“Kesepakatan batal, kenapa ada negosiasi lagi? Saya memenuhi undangan karena kepala dinas. Sudah istimewa, saya puasa. Justru yang membuat saya emosi kan pejabat Anda, pemimpin Anda,” ujar Gus Amos dengan nada tinggi.

Ia menilai ketidakhadiran Kepala Dishub tanpa pemberitahuan sebelumnya menunjukkan kurangnya komitmen dalam menyelesaikan polemik parkir berbayar yang sejak awal ditolak sebagian warga dan pelaku usaha di kawasan tersebut.

Warga berharap pemerintah kota, khususnya Dishub Tangsel, bersikap transparan dan konsisten terhadap hasil kesepakatan sebelumnya. Mereka juga meminta agar komunikasi dilakukan secara terbuka tanpa mengulur waktu.

Baca Juga: Wali Kota Tangsel Salurkan Rp405 Juta untuk Imam dan Guru Ngaji di Safari Ramadan 2026

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dishub Kota Tangerang Selatan terkait ketidakhadirannya dalam rapat tersebut.

Polemik parkir berbayar di kawasan Pamulang Permai I masih menjadi perhatian publik, terutama menyangkut aspek legalitas, transparansi pengelolaan, serta dampaknya terhadap pelaku usaha dan masyarakat sekitar.

(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X