“Tanggung jawab utama ada pada pemimpin redaksi. Salah satu syaratnya adalah wartawan utama dan memiliki Uji Kompetensi Wartawan (UKW), karena menyangkut verifikasi dan akurasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, di sejumlah perusahaan media, setiap naskah berita harus melalui beberapa tahapan verifikasi sebelum dipublikasikan.
“Di tempat kami, minimal tiga kali verifikasi sebelum berita naik tayang. Setiap media memang punya standar masing-masing, tapi prinsipnya sama, memastikan informasi akurat dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Pelatihan jurnalistik dan literasi media ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami dunia kerja pers, sekaligus membangun budaya informasi yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca Juga: Residu Pencemaran Sungai, Pilar Saga: Fokus Pulihkan Ekologi dan Kesehatan Warga
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, terutama terkait kualifikasi dan keterampilan yang harus dimiliki wartawan di era media daring.
Peserta juga diajak memahami peran strategis pers dalam membangun ekosistem informasi yang kredibel dan berimbang.
(***)
Artikel Terkait
Warga Desa Padasari Tegal Mengungsi karena Tanah Bergerak: Bawa Barang Penting, Sisanya Ditinggal
Viral Pria Disoraki Penonton saat Bubaran Konser di Malang, Diduga Pelaku Pencurian Helm
Jalan Tergenang Banjir hingga Jembatan Gantung yang Lapuk, Pelajar di Lampung Tengah Ngadu ke Presiden: Ini Perjuangan Kami ke Sekolah Pak Prabowo
BPBD Ceritakan Proses Evakuasi Pendaki Bukit Mongkrang yang Ditemukan Meninggal Dunia di Area Sungai Mitis
Nilai Gen Z Kalah Pintar dari Milenial, Ahli Saraf Soroti Pudarnya Minat Anak-anak Begadang Semalaman untuk Lulus Ujian