TANGERANG SELATAN — Persoalan pengelolaan sampah di Tangerang Selatan kembali disorot tajam. Kali ini datang dari budayawan Uten Sutendy, yang menyebut kondisi sampah di kota tersebut telah berubah menjadi “bom berbahaya” yang siap meledak kapan saja.
Dalam tulisannya di Group Tangsel Club, Uten menggambarkan situasi kota dengan nada keras namun reflektif.
Sampah disebut sudah berserakan di berbagai sudut kota, memicu munculnya lalat, kuman, hingga polusi bau yang mengganggu kesehatan warga.
Baca Juga: Pajak Award Tangsel 2025: BPHTB Jadi Penyumbang Terbesar, Realisasi Pajak Tembus 100,58 Persen
“Bom itu hampir meledak. Kota yang hebat dan indah ini perlahan berubah menjadi kota sampah dan bau,” tulis Uten, dikutip Minggu (14/12-2025).
Menurutnya, isu sampah bukan persoalan baru. Sejak Tangerang Selatan berdiri, topik ini selalu menjadi bahan diskusi publik, lengkap dengan analisis dampak dan tawaran solusi.
Namun ironisnya, justru persoalan ini yang paling sering diabaikan. Uten menilai tidak ada fokus dan strategi serius dari para pemangku kebijakan.
Pengelolaan sampah dianggap remeh, tanpa rasa urgensi maupun tanggung jawab moral.
Baca Juga: Pajak Award Tangsel 2025: Benyamin Davnie Apresiasi Warga Penggerak Ekonomi Kota
“Kita bicara sampah bertahun-tahun, tapi tak pernah jadi prioritas. Tak ada greget, tak ada rasa bersalah,” tegasnya.
Ia mempertanyakan logika kebijakan kota yang telah berusia 17 tahun, memiliki APBD hampir Rp5 triliun, namun masih berkutat pada persoalan dasar: tempat pembuangan sampah.
Sementara itu, para elite politik dinilainya sibuk membentuk panitia khusus dan berburu proyek besar dari isu persampahan.
“Bagaimana mungkin kota sebesar ini masih bingung urusan sampah? Apakah sudah sebodoh itukah para elite kota ini?” tulis Uten dengan nada kritik tajam.
Artikel Terkait
Masak Ribuan Porsi Makan untuk Pengungsi Banjir Aceh, Influencer King Abdi Ceritakan Pilu Para Korban yang Kelaparan
Novel Baswedan soroti tentang banjir Sumatera dan kaitannya dengan tindak pidana korupsi
Muncul ‘Pasar Minyak Dadakan’ untuk Warga Bener Meriah dan Takengon Aceh yang Masih Terisolir
Gubernur Mualem Ungkap Tim Yang Didatangkan Dari China Belum Bekerja Maksimal
Momen Warga Tunjukkan Kondisi Rumah Usai Banjir Bandang di Sumatera, Lumpur Nyaris Tutup Pintu Masuk