Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Jalan dan Pengendalian Banjir Sepanjang 2025

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 8 Desember 2025 | 19:12 WIB
Melalui serangkaian proyek strategis, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan layanan publik
Melalui serangkaian proyek strategis, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan layanan publik

Serpong, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur kota sepanjang tahun 2025.

Melalui serangkaian proyek strategis, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan layanan publik, khususnya pada sektor jalan, pengendalian banjir, hingga sarana pedestrian yang lebih aman dan nyaman.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT., menegaskan bahwa 2025 menjadi momentum percepatan pembangunan yang menyasar infrastruktur dasar dan vital bagi mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Agar Permohonan SKB Atas Waris Memenuhi Syarat, Warisan Bukan Objek Pajak, Ahli Waris Wajib Pastikan SKB PPh Terbit Tepat Waktu

“Pada tahun ini, proyek peningkatan infrastruktur jalan mengalami percepatan melalui preservasi jalan menggunakan hotmix dan rigid beton. Salah satu pekerjaan yang tengah kami kebut adalah pelebaran Jalan Rawa Buntu di Kecamatan Serpong untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut,” ujar Robbi.

Menurutnya, peningkatan kualitas jalan dilakukan tidak hanya pada aspek permukaan. Perencanaan teknis turut memperhitungkan umur layanan perkerasan, ketahanan terhadap beban lalu lintas, hingga kesesuaian standar konstruksi sesuai kebutuhan wilayah.

Pengendalian Banjir Jadi Prioritas Utama 2025

Selain sektor jalan, Pemkot Tangsel juga memfokuskan program pada penguatan infrastruktur pengendalian banjir. 

Baca Juga: Soal Kontroversi 3 Bupati Aceh yang Tak Sanggup Atasi Bencana, Wamendagri Anggap Wajar dan Janjikan Bantuan dari Pusat

Robbi menjelaskan bahwa tahun 2025 SDABMBK membangun 30 rumah pompa baru, menambah fasilitas long storage di titik rawan genangan, serta mempercepat pembangunan turap dan rehabilitasi pintu air di sejumlah lokasi.

“Kami juga menyiagakan 200 personel Satgas Banjir yang didukung peralatan lengkap, mulai dari long arm, excavator amphibi, pompa portable, hingga beronjong untuk penanganan cepat saat terjadi cuaca ekstrem,” paparnya.

Upaya tersebut menyasar 38 titik rawan banjir di sepanjang aliran anak Kali Angke, termasuk Kali Cibenda Hilir, Kali Ciputat, dan Kali Ciater Hilir.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X