Oleh: Uten Sutendi, Budayawan
Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini seolah berlomba menampilkan wajah kemajuan melalui deretan proyek fisik megah: taman kota, gedung UMKM delapan lantai, Tandon Ciater, hingga menara pandang di kawasan publik.
Namun, pertanyaan mendasar muncul, untuk apa semua itu dibangun jika akhirnya terbengkalai, tak terawat, atau bahkan menjadi tempat kosong tanpa arah pemanfaatan yang jelas?
Baca Juga: Uten Sutendi: Hentikan Dulu Pembangunan Fisik, Fokus Benahi Nilai dan Pemanfaatan Kota Tangsel
Sudah saatnya pemerintah kota berhenti sejenak dari euforia pembangunan fisik, kecuali yang benar-benar menyentuh hajat hidup masyarakat banyak seperti penanganan banjir, kemacetan, dan persoalan sampah.
Pembangunan bukan hanya soal menumpuk bangunan dan taman, tetapi juga tentang bagaimana mengisi, merawat, dan memanfaatkan hasil pembangunan itu sendiri secara berkelanjutan dan bermakna bagi warga.
Lihatlah, Tandon Ciater dibangun dengan anggaran besar, namun hingga kini, fungsinya tak sejalan dengan potensi awalnya.
Begitu pula Taman Kota Dua dengan berbagai fasilitas di dalamnya, mulai dari bangunan pendukung hingga ruang terbuka hijau yang kini tak jelas arah pemeliharaannya.
Baca Juga: Mahasiswa UNPAM Perkuat Literasi Akuntansi Dasar di SMK Kartika X-1 Kalideres
Gedung Galeri City dan Menara Pandang? Nasibnya sama, menunggu peran dan konsep pemanfaatan yang tak kunjung matang.
Lalu Gedung UMKM delapan lantai, mau diisi apa? Untuk siapa? Tanpa visi pemanfaatan yang realistis, semua itu hanyalah monumen kosong, simbol dari pembangunan tanpa isi.
Jika kondisi ini dibiarkan, jangan heran bila bangunan-bangunan tersebut akhirnya menjadi “sarang makhluk gaib”, bukan karena mistis, tapi karena mati fungsi dan ditinggalkan aktivitas manusia.
Karena itu, berhentilah dulu membangun proyek baru yang hanya memperindah laporan kinerja di atas kertas.
"Sebab, jika pembangunan kota tanpa diimbangi dengan program berkelanjutan dan diisi dengan nilai- nilai luhur, maka kota itu hanya jadi tumpukan beton -beton dan kumpulan orang-orang. Sekarang dengan aneka bangunan fisik itu, nilai apa yang hendak dikembangkan di Tangsel?," ungkapnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie: Hidupkan Kembali Semangat Pahlawan Lewat Aksi Nyata
Mahasiswa Universitas Pamulang Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Keuangan Digital Siswa SMK Kartika X-1 Kalideres
Mahfud MD Minta UGM Tak Terlibat dalam Perdebatan Soal Ijazah Jokowi, Cukup Beri Konfirmasi Formal
Lahan Milik Jusuf Kalla di Makassar Diserobot Mafia Tanah, JK Sebut Menteri Nusron Sudah Pastikan Siapa Pemiliknya
IFG Jadikan Hari Pahlawan Momentum Menumbuhkan Nilai Kepahlawanan dalam Transformasi Perusahaan