Ciputat, bidiktangsel.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar rapat pimpinan bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (3/11/2025) pukul 13.00 WIB.
Rapat tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari serapan anggaran hingga penanganan persoalan sampah yang menjadi perhatian utama Pemkot Tangsel.
Dalam sesi wawancara doorstop usai rapat, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dengan dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekda, Asisten Daerah, serta beberapa kepala dinas seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Cipta Karya, Sumber Daya Air, Perkim, dan Kominfo.
Baca Juga: SDABMBK Tangsel Tanggap Darurat Limpasan Air di Pondok Kacang Prima
“Serapan anggaran kita sudah menjelang 60 persen untuk belanja, sementara pendapatan sudah hampir mencapai 80 persen. Sisa kas sekitar Rp1,069 triliun akan digunakan untuk pembayaran gaji pegawai November–Desember serta termin terakhir pihak ketiga,” ujar Benyamin.
Ia menekankan pentingnya monitoring yang ketat oleh seluruh kepala dinas agar pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2026 berjalan sesuai ketentuan.
“Dokumen pendukung seperti foto progres 0%, 50%, dan 100% juga harus disiapkan,” tambahnya.
Baca Juga: OJK Banten Gelar FIN Expo 2025, Dorong Inklusi dan Literasi Keuangan Masyarakat
Selain membahas anggaran, isu pengelolaan sampah menjadi topik hangat dalam rapat tersebut.
Benyamin menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan kajian mendalam terkait kebijakan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dari berbagai aspek, termasuk teknis, hukum, dan pendapatan daerah.
“Saat ini kita masih berpegang pada SPPL yang berlaku dan surat penunjukan pemenang lelang. Namun ke depan, kami akan melakukan konsultasi dengan Kemenko Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Danantara untuk menentukan langkah selanjutnya,” paparnya.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Sosialisasikan Penurunan HET Pupuk Bersubsidi di Bogor
Benyamin menegaskan bahwa teknologi tetap menjadi solusi utama dalam penanganan sampah di Tangsel, baik melalui skema PSEL maupun opsi lain seperti kerja sama lintas daerah.
Ia juga mengonfirmasi adanya upaya menjalin kerja sama dengan Provinsi Jawa Barat untuk mengalokasikan pembuangan 10 ton sampah per hari ke lokasi Lulut Nambo, sambil terus melobi Kabupaten dan Kota Bogor agar Tangsel bisa memanfaatkan TPA Galuga.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan Data Keuangan Daerah Akurat, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
31 Perempuan Korban KDRT di Tangsel Pilih Gugat Cerai, Bukan Lapor Polisi
IndexPolitica Bantah Tuduhan Hasan Hasbi Soal Survei Purbaya Yudhi Sadewa
Gema Sastra Warnai Bulan Bahasa di Setu: Budayawan dan Sastrawan Tangsel Gaungkan Semangat Literasi
Uten Sutendi: Pembangunan Tangsel Harus Miliki Ruh Budaya, Bukan Sekadar Infrastruktur