Serpong, bidiktangsel.com – Menjelang Musyawarah Kota (Muskot) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2025 di Resto Saepisan, Serpong, suasana dinamika para anggota dan pengusaha semakin terasa.
Salah satu anggota sekaligus pengusaha Kadin Tangsel, Mizz Farha Diba, menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dan memastikan proses Muskot berjalan sesuai jadwal tanpa ada penundaan.
Dalam keterangannya, Mizz Farha Diba menyatakan bahwa Muskot kali ini harus tetap terlaksana sesuai rencana. Ia menilai seluruh proses administratif, mulai dari pendaftaran hingga verifikasi calon, telah dilakukan dengan baik dan transparan.
Baca Juga: Penurunan Harga Pupuk Subsidi, Petani Kabupaten Serang Optimis Tingkatkan Produksi
“Tidak mungkin tidak terjadi (Muskot), karena pencoblosnya sudah ada, calon ketuanya juga sudah ada. Soal verifikasi ulang itu urusan Careteker, bukan kebijakan kita. Tapi saya yakin Kadin Banten profesional, nggak mungkin dimundur-mundur lagi,” ujar Mizz Farha Diba. Ia juga menepis anggapan adanya potensi boikot atau hambatan politik di tubuh Kadin Tangsel.
Menurutnya, semua pihak kini harus menatap ke depan dengan semangat membangun kembali kepercayaan pengusaha terhadap organisasi Kadin.
“Kita jangan berpikiran negatif. Kadin Tangerang Selatan harus jadi wadah profesional. Memang kemarin sempat ada dinamika yang kurang baik, tapi sekarang saatnya memperbaiki dan melangkah lebih baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Mizz Farha Diba menyampaikan dukungannya terhadap salah satu calon ketua, Marhadi, yang dinilainya memiliki visi dan program kerja jelas untuk memajukan dunia usaha, terutama sektor UMKM.
“Saya di kubu Marhadi, karena kami bicara program. Kami ingin program Kadin benar-benar berjalan, bukan sekadar wacana. Dari UMKM sampai pengusaha profesional harus bergerak bersama. Harapan saya, Marhadi menang karena programnya konkret dan berpihak pada pengusaha lokal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mizz juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sebuah program besar bernama Kampung Digital, yang akan diluncurkan pada 13 November 2025 di Jeletreng, dengan dukungan Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Banten.
Program Kampung Digital ini diharapkan menjadi solusi alternatif bagi pelaku UMKM di tengah dominasi platform digital besar seperti Gojek dan Grab, yang menurutnya sering memberatkan pelaku usaha kecil.
“Kampung Digital ini nanti akan jadi platform buatan anak bangsa, rivalnya Gopay dan Gojek yang terlalu mencekik UMKM. Indonesia harus punya pelapornya sendiri. Ini program besar yang harus disosialisasikan ke seluruh Kadin Kabupaten dan Kota se-Banten,” jelas Miz.
Artikel Terkait
Dari Nyaris Roboh Jadi Layak Huni, Warga Rasakan Manfaat Program Bedah Rumah Tangsel
Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Ribuan Santri Ramaikan Pemkot Tangsel,
Jalan Yang Dulu Rusak dan Berlubang Telah Berubah Menjadi Mulus dan Nyaman
Alwani, S.Pd., M.Pd. Terpilih Jadi Ketua DEKOPINDA Tangsel 2025–2030: Siap Wujudkan Gerakan Koperasi Modern dan Berdaya Saing
Pantas Orang Miskin Sulit Punya Rumah, Menkeu Purbaya Bongkar Skandal Sektor Perumahan, BP Tapera Dibidik