Baca Juga: Viral! Ijazah Siswa SMK di Ciputat Ditahan Gara-Gara Tunggakan SPP dan Biaya Study Tour
Pendidikan menjadi tantangan besar. Tidak semua anak bisa bersekolah dengan lancar karena keterbatasan biaya.
“Kami ingin anak-anak sekolah tinggi biar nasibnya nggak kayak orang tuanya,” ungkap Sanah lirih.
Meski hidup dalam kekurangan, keluarga ini tetap berusaha mandiri tanpa berharap belas kasihan orang lain.
Mereka bekerja keras setiap hari dengan cara yang halal, meski hasilnya hanya cukup untuk sekadar bertahan.
Baca Juga: Ayah Wafat Sehari Sebelum Dikukuhkan, Rahmat Tetap Pimpin Pasukan 17 di HUT ke-80 RI Tangsel
Potret Kemiskinan di Tengah Kota Modern
Kisah Enci dan Sanah menjadi ironi di tengah geliat pembangunan Tangerang Selatan.
Kota yang identik dengan pusat bisnis, perumahan elit, dan gaya hidup modern ini ternyata masih menyimpan wajah kemiskinan yang jarang tersorot publik.
Keberadaan keluarga pemulung di Cipayung Ciputat menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah.
Program bantuan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil masih sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi warga Tangsel yang hidup di gubuk reyot di tanah negara.
Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-80 RI di Tangsel Penuh Makna
Harapan untuk Masa Depan
Meski hidup dalam keterbatasan, Enci dan Sanah masih menyimpan harapan besar.
Mereka ingin anak-anaknya bisa keluar dari lingkaran kemiskinan dengan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik.
Artikel Terkait
Survei Index Politica: Kepercayaan ke Presiden Tinggi, Publik Tolak Rangkap Jabatan di BUMN
Bupati Serang Turun Tangan Usai Warga Meninggal, Dugaan Limbah PT GRS Kembali Disorot
Meriah! PWI Tangsel Rayakan HUT RI ke 80 dengan Lomba Unik, Ketua Tegaskan Kekompakan Anggota
Ketua Umum AMKI Pusat Tundra Meliala Terima Penghargaan Adiluhung Budaya Ki Sunda Utama
Tiga Atlet Taekwondo Kota Serang Sabet Medali Emas di Kejuaraan Internasional Malaysia