Baca Juga: Transformasi Digital Pendidikan: SPMB 2025 SD Negeri di Tangsel Siap Dilaksanakan Online
Pemkot Tangsel juga mempertimbangkan aspek keselamatan kerja, mengingat kondisi medan yang curam dan aliran air yang deras.
Pilar menyatakan bahwa opsi pembersihan secara manual tetap menjadi pilihan utama demi keamanan petugas di lapangan.
Solusi Jangka Panjang: Turap, Beronjong, dan Edukasi Masyarakat
Tak hanya bersifat kuratif, upaya Pemkot Tangsel juga mencakup solusi struktural jangka panjang.
Pilar menyebutkan akan dilakukan pemasangan turap dan beronjong di titik-titik rawan longsor untuk memperkuat tepi sungai.
“Di beberapa spot rawan, kita akan pasang beronjong agar tidak terjadi longsor atau ambles lebih parah,” tegas Pilar.
Pembangunan ini akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak yang berwenang atas wilayah sungai tersebut.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tandon air, polder, dan pompa juga tengah dirancang di berbagai titik rawan banjir di wilayah Tangsel.
Namun, Pilar menekankan bahwa penanganan sampah dan kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Kalau masyarakat tidak menjaga, akan percuma. Ini harus jadi tanggung jawab bersama,” ucapnya tegas.
Tanggung Jawab Bersama dalam Menjaga Lingkungan
Fenomena sampah menumpuk di Kali Angke Serpong menjadi cerminan nyata tantangan pengelolaan lingkungan di perkotaan.
Artikel Terkait
Tragedi di Apartemen: Seorang Pria Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri, Polisi Masih Selidiki Penyebab
Pemkot Tangsel Siapkan Tiga Lahan Strategis untuk Perluas Program Makan Bergizi Gratis
Panen Jagung Pulut di Kabupaten Tangerang: Simbol Ketahanan Pangan dan Harapan Petani Lokal
Bupati Tangerang Peringati Hari Bumi 2025 dengan Tanam 2.000 Mangrove dan Lepas 100 Mimi di Pesisir Mauk
Bupati Pandeglang Tinjau Pelaksanaan Tes PPPK Gelombang II di UNBAJA: Dorong Semangat dan Optimisme Peserta