Tangerang Selatan – Kasus dugaan kekerasan seksual di SMK Waskito, Ciputat, kembali menuai sorotan publik.
Kali ini, kuasa hukum korban menyuarakan kekecewaan mendalam atas dugaan penghalangan terhadap aksi solidaritas yang dilakukan oleh para siswa.
Hamim, kuasa hukum korban kekerasan seksual di SMK Waskito, mengungkapkan bahwa pihak sekolah diduga telah melarang dua siswa yang merupakan korban untuk ikut serta dalam aksi solidaritas yang digelar oleh teman-teman mereka.
Baca Juga: Pemprov Banten Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Pendekatan Terintegrasi
Aksi tersebut bertujuan menunjukkan dukungan moral serta menuntut keadilan bagi para korban.
“Pelarangan ini adalah bentuk pembungkaman terhadap hak konstitusional anak untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” ujar Hamim dalam keterangan pers, Kamis (8/5).
Lebih lanjut, Hamim mengungkap bahwa para siswa yang mengikuti aksi solidaritas sebelumnya dipanggil oleh kepala sekolah.
Bahkan, pihak sekolah diduga melakukan pemeriksaan terhadap ponsel siswa, dengan maksud mencari serta menghapus dokumentasi aksi dalam bentuk video dan foto.
Baca Juga: Duta Baca Masuk Sekolah, Strategi Efektif Perpusnas untuk Menumbuhkan Cinta Literasi Sejak Dini
Tindakan tersebut, menurut Hamim, mengarah pada intimidasi terhadap siswa dan menunjukkan sikap represif yang tidak sejalan dengan prinsip perlindungan anak.
"Pagi ini bahkan aksi kembali direncanakan, tetapi kepala sekolah langsung menghalangi. Saya mendapat informasi bahwa ada ancaman dari pihak sekolah bahwa siswa bisa ditangkap polisi jika tetap ikut aksi. Ini jelas menimbulkan ketakutan," ungkapnya.
Hamim juga mengaku menerima laporan bahwa ada sejumlah anggota TNI dan Polri yang hadir di lingkungan sekolah pagi tadi.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa tujuan kehadiran aparat, keberadaan mereka menambah tekanan psikologis bagi siswa.
Artikel Terkait
Memperkuat Transparansi Desa: Ratusan Anggota BPD Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Pengawasan Keuangan
Bupati Tangerang Tinjau Langsung Perbaikan Jalan Cangkudu–Cisoka, Prioritaskan Keselamatan Warga
Baznas Bangun Kesejahteraan Warga Tangsel Lewat Program Terpadu: Pendidikan hingga Ekonomi
Kasus Pencabulan di SMK Swasta Ciputat: DP3AP2KB Tangsel Pastikan Pendampingan Psikologis dan Usut Tuntas Kasus
Asda I Kabupaten Serang Ajak Semua Pihak Tingkatkan Mutu Pendidikan: Peringatan Hardiknas 2025 Jadi Momentum Kolektif