Ciputat, bidiktangsel.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru diluncurkan di Tangerang Selatan pada Senin (6/1/2025) masih menghadapi kendala dalam hal penyampaian informasi mekanisme pelaksanaannya.
Saat ini, program tersebut masih dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan baru menjangkau tujuh sekolah yang berlokasi di sekitar dapur umum.
Baca Juga: Meringankan Beban Masyarakat, Tahun 2025 Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Banten Tidak Naik
Program MBG ini bertujuan memberikan makanan bergizi secara gratis kepada siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA sebagai upaya mendukung gizi anak sekolah.
Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum optimal karena belum ada petunjuk teknis yang jelas mengenai mekanisme distribusi dan penerima manfaat.
Pernyataan Walikota Tangerang Selatan
Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam keterangannya usai rapat terkait Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) mengakui adanya keterbatasan dalam pelaksanaan MBG. Ia menyebut bahwa program tersebut saat ini masih dalam tahap evaluasi.
Baca Juga: Pj Gubernur Banten A Damenta Tekankan Pentingnya Kerja Kolaborasi untuk Wujudkan Banten Lebih Baik
"Pelaksanaan MBG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional, kalau tidak salah, dimulai di SD Lengkong Gudang. Kita akan lihat nanti seperti apa evaluasinya. Sementara, memang masih ditangani oleh BGN terlebih dahulu," ungkap Benyamin.
Ia juga menambahkan bahwa laporan yang diterima sejauh ini hanya mencakup satu titik, yaitu SD Lengkong Gudang, dengan jumlah siswa penerima manfaat belum dipastikan.
"Juknisnya (petunjuk teknis) belum turun. Jadi, kita masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN," tambahnya.
Perlu Kejelasan dan Perluasan Program
Kurangnya informasi mekanisme pelaksanaan MBG menimbulkan kebingungan, baik di kalangan masyarakat maupun pihak sekolah.
Hingga kini, belum ada detail yang jelas mengenai kriteria sekolah yang dipilih, jumlah siswa yang akan menerima bantuan, serta cara pengawasan distribusi makanan bergizi tersebut.
Diharapkan, BGN dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat segera menyusun panduan pelaksanaan yang lebih komprehensif agar program ini bisa berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah.
Artikel Terkait
Pemkot dan Kemenag Tangsel Luncurkan Buku untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Bupati Serang Tunggu Teknis Pusat untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pj Gubernur Banten A Damenta Dorong Sinergi dan Kolaborasi untuk Percepatan Pembangunan
Menuju Dimulainya Program Makan Bergizi Gratis: Tonggak Sejarah Baru bagi Indonesia
Seleksi Ketat di Tahap 2, Formasi PPPK untuk Prioritas Guru, Tenaga Kesehatan, dan Teknis