Baca Juga: JC Studio Gelar Pagelaran Tari Kolosal: Rampak Barong Siap Hibur Warga Tangsel
Sebaliknya, penduduk berpendidikan SMP ke bawah menunjukkan tingkat pengangguran yang lebih rendah, yaitu 2,03 persen.
Hal ini disebabkan oleh kesediaan mereka untuk bekerja di sektor informal atau pekerjaan dengan upah rendah.
Salah satu tantangan lain yang dihadapi Tangsel adalah kesenjangan gender dalam dunia kerja.
Baca Juga: Ketua Dewan Pembina DKTS Dorong Kebangkitan Seni Tradisional Rampak Barong
Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Pada tahun 2024, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,76 persen, sementara TPT perempuan mencapai 5,70 persen.
Kondisi ini menyoroti perlunya perhatian khusus untuk meningkatkan akses perempuan ke peluang kerja yang setara, terutama di sektor-sektor formal.
Baca Juga: Inflasi YoY di Banten Tercatat 1,88 Persen, Kelompok Makanan Dominasi Penyumbang Utama
Penurunan angka pengangguran di Tangsel menjadi indikator penting dalam upaya menciptakan kota yang lebih inklusif dan sejahtera.
Dengan berbagai program pelatihan kerja dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah Tangsel diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (***)
Artikel Terkait
Capaian Pajak Kota Tangerang 2024 Melampaui Target, Optimisme Tinggi untuk 2025
Meriahnya Malam Tahun Baru 2025 di Kota Tangerang: Pj Wali Kota Dr. Nurdin Hadiri Istigasah dan Bahas Rencana Strategis
Sri Mulyani: Pertama Kali Presiden Prabowo Kunjungi Kemenkeu, APBN 2024 Ditutup dengan Capaian Luar Biasa
Muhaimin Iskandar: Pinjaman KUR 2025 Akan Dipermudah untuk Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Kejaksaan Agung Tanggapi Pernyataan Presiden Prabowo Subianto Terkait Vonis 50 Tahun