Aplikasi ini memungkinkan pengelolaan stok menjadi lebih efisien dan diharapkan dapat memfasilitasi mitra dalam memantau kebutuhan konsumen dengan lebih baik.
Kegiatan ini juga mencakup demonstrasi penggunaan mesin pencacah daun bambu yang dipresentasikan oleh Budi Permana dan Febri Ardiansyah, serta diikuti oleh 15 anggota kelompok.
Baca Juga: Gotong Toapekong Kembali Digelar: Perayaan Budaya Tionghoa yang Ikonik Akan Meriahkan Kota Tangerang
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan, di mana mereka siap memanfaatkan mesin ini untuk mengolah daun bambu sebagai bahan tambahan dalam budidaya lele.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat mesin tersebut, serta diharapkan dapat mengurangi angka kematian lele, mengingat daun bambu berpotensi sebagai obat herbal.
Selain itu, pelatihan dan pemasangan lampu LED panel surya juga dilakukan sebagai upaya penerangan di sekitar kolam yang sekaligus bertujuan untuk mengusir burung raja udang yang sering memangsa bibit lele.
Baca Juga: Gerakan Pangan Murah: 2 Ton Beras Didistribusikan untuk Stabilkan Harga
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, mitra dapat memproduksi serbuk bambu secara mandiri, mengurangi biaya listrik, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. (***)
Artikel Terkait
Kegiatan Tim Andra-Dimyati di Alun-Alun Pamulang Menuai Kontroversi, DLH Tegaskan Perizinan Bukan untuk Kampanye
Resmikan 10 Minute City, Pj Bupati Tangerang dan Menhub Dorong Inovasi Permukiman Ramah Akses di Kota Satelit Cikupa
Kabupaten Tangerang Raih Penghargaan Nasional: Kunci Sukses Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Mediasi Sayid Iskandarsyah vs Sasongko Tedjo Cs di PN Jakpus: Proposal Diserahkan, Jawaban Ditunggu
Indonesia Darurat Judi Online: Bongkar Praktik Fantastis Senilai Rp 665 Triliun, Pemerintah dan Diskominfo Kabupaten Tangerang Bergerak Edukasi Warga