Ciputat, bidiktangsel.com – Dua siswi Sekolah Dasar di Kota Tangerang Selatan baru-baru ini menjadi korban penculikan dan pelecehan seksual dalam dua insiden terpisah dengan modus yang serupa.
Kejadian pertama berlangsung pada 5 Agustus 2024, di mana korban adalah seorang siswi dari SDN Kedaung 01. Insiden kedua terjadi pada 21 Agustus 2024 dan menimpa siswi SDN Jombang 1. Kasus-kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan, Deden Deni, menyatakan keprihatinannya dan menegaskan bahwa langkah-langkah preventif telah diterapkan untuk melindungi siswa dari kejadian serupa.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan sudah mulai menerapkan langkah-langkah antisipatif di sekolah-sekolah, terutama terkait keamanan siswa. Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada, terutama dalam memastikan bahwa anak-anak mereka dijemput oleh keluarga atau orang yang dikenal, khususnya siswa kelas 1 hingga 3 yang masih sangat rentan,” ujar Deden.
Deden menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di luar area sekolah, namun masih berada di sekitar lingkungan sekolah. Ia juga menekankan pentingnya perhatian lebih dari pihak sekolah dan orang tua untuk mencegah hal serupa.
Baca Juga: Oknum Guru SMAN 2 Tangerang Selatan Lempar Gunting ke Siswa, Polisi Masih Selidiki Kasus
“Kami sudah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk mengedukasi orang tua agar lebih waspada, dan jika ada hal yang mencurigakan di lingkungan sekolah, segera melapor kepada pihak keamanan,” lanjut Deden.
Untuk memperketat pengawasan, Dindikbud Tangsel juga telah merancang sistem penjemputan yang lebih terstruktur di sekolah-sekolah. Meskipun regulasi ini mungkin dianggap memberatkan, Deden menegaskan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas.
“Kami percaya bahwa aturan ini penting demi melindungi anak-anak kita. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan mereka,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Serang Berikan Beasiswa Pascasarjana untuk 24 Guru SD di UPI Bandung
Deden juga mengungkapkan bahwa setelah insiden pertama, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyosialisasi kan pencegahan lebih lanjut. Surat edaran telah disebarkan ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah Tangerang Selatan agar para orang tua dapat lebih meningkatkan kewaspadaan.
“Kami sudah menyebarkan edaran melalui sekolah dan media sosial resmi dinas agar orang tua lebih terlibat dalam menjaga keselamatan anak-anak,” jelasnya.
Sebagai langkah preventif, Dindikbud Tangsel berencana membentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang bertanggung jawab atas keamanan siswa. Satgas ini akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mengawasi kegiatan di sekitar sekolah.
Artikel Terkait
Orang Tua Siswa SMAN 2 Tangsel Desak Perubahan Pasca Insiden Guru Lempar Gunting: Kebenaran Harus Diperjuangkan
Ungkap Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor Berhasil Dibongkar Polres Tangsel, Kapolres: Ada Fonomena Menarik Dari Kasus ini
Konferensi Pers Kapolres Tangsel: Ungkap Sindikat Pencurian Kendaraan Bermotor yang Beroperasi di Luar Wilayah
Kapolres Tangsel Ungkap Jaringan Pencurian dengan Ancaman Hukuman 20 Tahun
Kapolsek Curug, Ungkap Kasus Penangkapan Dua Pelaku Pencurian Motor