Dinas Kesehatan Tangsel Optimis Redam DBD, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 22 Maret 2024 | 01:57 WIB
Heru Budi sarankan pakai minyak telon untuk cegas DBD (unsplash.com)
Heru Budi sarankan pakai minyak telon untuk cegas DBD (unsplash.com)

Serpong, bidiktangsel.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi perhatian di Tangsel meskipun telah terjadi penurunan kasus selama dua bulan terakhir.

Menurut informasi dari Dinas Kesehatan Tangsel, pada bulan Februari lalu, kasus DBD mencapai puncaknya dengan 43 kasus per minggu, namun saat ini angka tersebut telah menurun.

“Memang ada peningkatan di bulan Februari itu minggu kedelapan,” kata Kadis. Kesehatan Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar yang dikutip dari Youtube @Jaritangsel.

Baca Juga: Bupati Irna Gelar Safari Ramadhan Perdana, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi

Meskipun demikian, Dinas Kesehatan Tangsel tetap mengingatkan bahwa DBD masih merupakan masalah endemis di Indonesia, termasuk Tangsel.

"Berdasarkan data, tahun ini kasus DBD di Tangsel memang meningkat dibandingkan tahun lalu," ungkap Alin Hendalin Mahdaniar, kepada awak media di Pasar Modern BSD, Kamis (21/3).

Hal ini menekankan pentingnya upaya pencegahan yang berkelanjutan dari masyarakat.

Salah satu upaya pencegahan yang ditekankan adalah melaksanakan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Memanfaatkan) serta menjaga kebersihan lingkungan, terutama tempat-tempat penampungan air yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Alin Hendalin Mahdaniar, menekankan pentingnya peran setiap individu dalam pencegahan DBD.

Baca Juga: Safari Ramadan di Pandeglang, Pj Gubernur Banten Tebar Kebaikan

"Setiap orang harus menjadi pengawas di rumah masing-masing. Bersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk setidaknya satu kali seminggu," ungkapnya yang dikutip dari Youtube @Jaritangsel.

Kenaikan kasus DBD beberapa bulan terakhir disebabkan oleh cuaca yang lebih panas, meskipun risiko penularan biasanya meningkat saat memasuki musim hujan.

Dengan musim hujan diperkirakan akan berlangsung hingga April, Dinas Kesehatan Tangsel mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Upaya pencegahan yang berkelanjutan diharapkan dapat meminimalkan risiko penularan DBD, terutama saat memasuki musim hujan yang memiliki potensi risiko peningkatan kasus penyakit ini. (***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X