Bahkan sudah dilakukan berbagai kegiatan dan aksi mengenai pemahaman kesehatan, mulai dari Posyandu hingga sekolah.
"Selama empat hari kebelakang, ada 140 sekolah dan 140 Posyandu melakukan kegiatan diantaranya, di Posyandu dilakukan peningkatan kapasitas kader untuk bisa memasak pendamping ASI yang kaya akan protein, biaya murah tetapi sehat," ucapnya.
Kemudian di sekolah dilakukan aksi bergizi. Mulai dari sarapan bersama, hingga minum tablet tambah darah, serta aktivitas fisik.
"Dalam upaya menurunkan angka stunting saat ini Tangsel tidak hanya menurunkan, tetapi bagaimana mencegah tidak ada kasus baru stunting di Tangerang Selatan," ucapnya.
Oleh karenanya, diperlukan kolaborasi dan kerja sama di antara seluruh komponen. Termasuk membentuk kader ke-anti anemia.
Artikel Terkait
Antisipasi 'Kucing Dalam Karung', Masyarakat Tuntut Keterbukaan Visi Misi Caleg Menjelang Pemilu 2024
Kabupaten Lebak Wujudkan Kemajuan Lewat Kolaborasi Pengelolaan Keuangan dan Aset
Diskominfo Kota Tangerang Siapkan Pelatihan KIM dan Lomba TikTok
Gerai UMKM Rumah Kreatif Jasa Karang Tengah Jadi Semangat Baru Pelaku Usaha
KPU Kota Tangerang Lantik 3.157 KPPS Wilayah Kecamatan Tangerang