Serpong, bidiktangsel.com - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan melaksanakan Workshop Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) pada Senin, 13 November 2023 di Aula Gedung 1 Lantai 3A.
Kegiatan surveilans ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam rangka memastikan akses air minum yang aman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr.Adhy purnawan, M.Kes menyampaikan bahwa surveilans kualitas air minum rumah tangga bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko cemaran lingkungan, tingkatan akses sarana air minum, kualitas air baik secara fisik, kimia maupun biologi, serta mengetahui perilaku pengelolaan air minum rumah tangga.
Baca Juga: Unjuk rasa Tolak Konser Coldplay, Jalanan Sekitar GBK Macet
"Kegiatan surveilans ini akan dilakukan di lokasi khusus 20 kelurahan, dimana masing-masing kelurahan akan diambil 15 sampel rumah tangga dan 3 sampel Tempat Fasilitas Umum (TFU) untuk 28 puskesmas," kata dr.Adhy.
Rencana kegiatan surveilans ini akan diawali dengan observasi, dilanjutkan dengan wawancara, inspeksi kesehatan lingkungan pada sarana air minum dan pengambilan sampel air di lokasi titik sampel yang sudah ditentukan.
Selanjutnya, sampel air akan diperiksa 19 parameter wajib sesuai dengan standar baku mutu air minum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
"Hasil surveilans ini akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dan intervensi yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas air minum rumah tangga di Kota Tangerang Selatan," kata dr.Adhy.
Baca Juga: Direktur Utama Bank Banten Kunjungi Pemkab Lebak, Bahas Sinergitas Pembangunan
Akses terhadap air minum dan sanitasi aman dan layak merupakan salah satu faktor penting dalam perbaikan status kesehatan, terutama kesehatan perempuan dan anak.
Ketersediaan air minum dan sanitasi aman dan layak dapat mengurangi tingginya angka kematian bayi dan balita, yang umumnya disebabkan karena penggunaan air dan sarana sanitasi yang tidak aman dan layak yang berakibat terjadinya penyebaran penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare, disentri, kolera, hepatitis, penyakit kulit dan lain-lain. (***)
Artikel Terkait
Ceceran Tanah di Jalanan, Satpol PP Hentikan Aktivitas Cut And Fill di Tangerang
Jelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024, Pj. Bupati Lebak Tekankan ASN Jaga Netralitas
30 Teman Disabilitas Ikuti Kegiatan Sosialisasi Pajak
Penjabat Bupati Lebak Apresiasi Aspirasi Masyarakat Melalui Reses DPRD
Penjabat Bupati Lebak Minta DLH dan Disbudpar Lebak Kawal Realisasi Program Prioritas