“Dalam program memberikan terhadap karya lukis maka kami juga mengajak para kolektor , para apresiator dan sejumlah pihak untuk bisa bersentuhan dan berinteraksi selain merespons karya juga respon peduli dalam pameran kali ini,” ujar Tanjung.
Pameran Bursa Seni Lukis Akhir Tahun 2021 HARMONI INDONESIA berbagi SESAMA pameran pertama dalam program jangka panjang perjalanan Bintaro Art Space.
Karya-karya dari para pelukis ini juga membuat kami juga satu keistimewaan dimana kami berharap publik dapat menyaksikan karya-karya ini sekaligus mengoleksi karya lukis yang beragam dan penuh estetis.
Event Pameran Bursa Seni Lukis Akhir Tahun 2021 Harmoni Indonesia berbagi Sesama untuk peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru adalah nilai keberanian dan peduli yang tinggi.
Langkah estetis dan solidaritas dari para pelukis yang terlibat adalah rasa sosial yang luhur yang terbangun karena hal ini sudah lama terpatri di diri anak bangsa kita.
Dan para pelukis yang hadir di event ini adalah mulia kini sedang melakukan satu kebiasaan yaitu sebuah solidaritas sosial tinggi dimana ini telah jadi karakter sekaligus budaya gotong royong merupakan salah satu keluhuran bangsa Indonesia sebenarnya.
Inilah sebuah tradisi dalam membantu dicitrakan masuk dalam karakter bangsa yang jadi nilai luhur dan martabat Indonesia.
Nama-nama pelukis yang ikut datang dari sejumlah kota di tanah air mereka adalah adalah A R Tanjung, Andi Sopiandi, Iwhan Gimbal, Irwan S., Supriatna, Ahmad Taufik Syah, Al Sutrisno, Ahmad Syahri, Arif Conte, Saepul Bahri, Firtarina, Kana Fuddy Prakoso, Akbar Linggaprana, Arifin Yasonas, Armain, Casjiwanto, Arief, Wisnu, Agung, Tonny, Asvure, Rachmad, Lukman, Hokkly, Bimo, Eddy, Koer Agung, Hafid, Susentono, Naomi, Hasan Pratama, Handoyo JJ, Deden Supena, Sukamto Kamto Ghulam Gurat Sopiandi, Syafril Cotto, Agussis, Tomo (N Nurdin Prio Utomo), Aep Rusadi, Jenny Mahastuti, Kadek Ayu Septi Sume, Tri Sabariman, M Fathoni, Yunti Ars, dan Zulfli Akmansyah (Bang Zoel)