Artikel - Berita kurang sedap dateng dari raksasa e-comerance asia tenggara yaitu Shopee, yang melakukan PHK ke beberapa pekerja di tim shopee food dan shopeepay.
Berdasarkan sumber internal shopee indonesia, jumlah karyawan yang di phk sekitar 3% dari total karyawan.
Namun sumber enggan memberitahukan berapa jumlah karyawan shopee di indonesia saat ini Shopee Indonesia mengumumkan melakukan pemangkasan sejumlah karyawan.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan. Head Of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan Shopee indonesia harus melepas karyawannya.
Keputusan tersebut merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh, setelah melakukan penyesuaian melalui beberapa kebijakan bisnis.
“Kondisi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisenien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit,” kata Radynal Nataprawira Head Of Public Affairs Shopee Indonesia (19/09).
Sayangnya shopee Indonesia tidak menjelaskan jumlah karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kontrak (PHK) dan divisi yang terlibat. Langkah efisien sejalan dengan focus perusahaan secara global untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan, yang merupakan dua komponen penting dalam menjalakan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Shopee berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak dari
“Proses ini akan dilakukan berdasarkan peraturan pemerintah. Karyawan yang terdampak akan mendapatkan pesangon sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan tambahan 1 bulan gaji,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa Karyawan yang terdampak juga masi dapat menggunakan fasilitas asuransi kesehatan perusahaan hingga akhir tahun dengan seluruh manfaatnya.
Shopee Indonesia juga memastikan langkah ini tidak akan mempengaruhi operasi bisnis dan layanan kepada seluruh penjual, pembeli, dan mitra di Indonesia.
Sebelumnya jajaran executive induk shopee dan garena, Sea Ltd mengorbankan gaji dan memperketat kebijakan pengeluaran dalam rangka melindungi perusahaan dari perlambatan ekonomi yang mengancam perusahaan teknologi seperti yang dikutip dari Bloomberg, Jum’at (16/09), bahwa Kebijakan Sea Ltd ini tertuang dalam internal memo perusahaan kebijakan karyawan.
Internal memo dikirim beberapa hari setelah Sea Ltd menutup operasi di berbagai Negara dan memangkas karyawan pada seluruh dunia.
Li (Chief Executive Officer Sea Ltd Forrest) mengatakan “Tim kepemimpinaan telah memutuskan bahwa kami tidak akan mengambil kompesasi tunai sampai perusahaan mencapai self-sufficiency. Kita sekarang dapat melihat bahwa ini bukan badai yang berlalu dengan cepat kondisi negative ini kemunkinan akan bertahap hingga jangka mengah,” ujarnya dalam internal memo.
Artikel Terkait
Perangi Diabetes, Bionime Perkenalkan Gaya Hidup Sehat
Gaya Hidup Hijau, Adalah Kunci Untuk Menjaga Ketersediaan Pangan Usai Pandemi
Sungai Jaletreng Dipercantik, Airin: Upaya Pemerintah Menyeimbangkan Gaya Hidup Masyarakat
Berpotensi Lahirkan Anak Stunting,Bupati Bantul Soroti Gaya Hidup Diet Ketat