Yayasan Dharma Bhakti Astra Bersama Pusat Investasi Pemerintah Launching Program Pembinaan UMKM Pertanian

photo author
- Selasa, 1 November 2022 | 15:06 WIB

Dalam kegiatan ini, para petani yang telah mengikuti program dasar pembinaan tersebut sangat antusias dan turut memperlihatkan progres setelah mengikuti program dasar, seperti pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) sebagai pestisida organik untuk hama yang berdampak pada penurunan biaya pengeluaran petani hingga 70%.

-
Penandatanganan komitmen bersama antara Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang diwakili
oleh Ketua Pengurus, Sigit P. Kumala (kedua kiri);

Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala dalam kegiatan launching ini menyampaikan, semangat dan antusiasi para petani tersebut menjadi langkah awal yang baik untuk para petani mengikuti program pembinaan selanjutnya yang fokus pada peningkatan quality, cost, delivery (QCD), penguatan komoditas produk & komunitas, menjalankan pola sistem organik hingga nantinya bisa mendapatkan sertifikasi organik dan mencapai kemandirian secara utuh.

Sigit juga berharap antusias, semangat dan optimisme para petani dalam mengikuti program pembinaan ini tetap konsisten dan tumbuh, sehingga program pembinaan selanjutnya dapat berjalan efektif dan mendukung peningkatan kompetensi yang diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi di wilayah Puncak Dua serta mendukung kemajuan dan pertumbuhan pertanian di Indonesia.

Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah dalam kegiatan ini berharap program ini dapat menjadi percontohan community based development yang dapat dilakukan di daerah lain di Indonesia dengan komoditas unggulan lainnya. Ririn percaya bahwa melalui penyediaan pembiayaan modal kerja dalam bentuk pembiayaan UMi bisa melayani 17 juta petani yang belum mendapatkan pembiayaan (Susenas 2021).

Pembiayaan UMi yang dilengkapi program pemberdayaan UMKM seperti ini diyakini dapat meningkatkan kapasitas usaha dan taraf hidup para petani yang tercermin pada indeks Nilai Tukar Petani (NTP), dan pada tataran makro berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan pangan nasional.
Dalam kegiatan launching ini juga, salah seorang perwakilan petani binaan di Puncak Dua, Miptahudin menyampaikan, bahwa sebelum YDBA dan PIP masuk ke wilayahnya, para petani melakukan budidaya secara tradisional dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis yang dibeli di toko. Mereka juga bertani secara mandiri dan tidak pernah berkelompok.

Setelah mengikuti program pembinaan, mereka menyadari pentingnya mentalitas dasar dalam menjalankan bisnis sebagai petani, bahkan saat ini mereka mampu membuat MOL sebagai pupuk organik dalam budidayanya. Miptahudin mewakili petani di Puncak Dua juga menyampaikan harapan ke depan dari program pembinaan ini. Mereka berharap program pembinaan dapat terus meningkatkan kompetensi dalam budidaya pertanian organik, menjadikan kelompok tani yang mandiri dan memiliki generasi, meningkatkan hasil serta mengurangi biaya dalam budidaya serta menjadikan pertanian hortikultura di wilayahnya sebagai sentra produk sayuran sehat. (Rls)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Cara Mudah Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Awet

Rabu, 3 September 2025 | 09:58 WIB
X