"Saat ini ada ribuan UMKM di Tangsel yang aktif, dan yang paling terdampak adalah UMKM yang bergerak dalam bidang fashion, dan Kriya atau Craft. Untuk UMKM yang bergerak pada Food and Beverage atau makanan dan minuman, umumnya masih dalam taraf aman. Bahkan tidak sedikit UMKM dalam bidang makanan dan minuman mendapatkan omzet berlipat di masa Pandemi ini," papar Teddy.
Teddy mencontohkan, salah satu UMKM SanRah Food yang bisa meraih keuntungan dua kali lipat selama pandemi."Owner SanRah Food, termasuk yang rajin mengikuti pelatihan, termasuk pelatihan dalam memasarkan produk secara online. Kita tahu bahwa selama Pandemi ini, masyarakat lebih banyak berbelanja secara online," jelas Teddy.
Dengan segala upaya yang telah dilakukan Pemkot, baik Benyamin maupun Teddy berharap UMKM Tangsel di 7 Kecamatan bisa melewati ujian di masa Pandemi, dan menjadi bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional. (Astri)