Teladan Kesetaraan Difabel "KITO RATO, KITA SETARA"

photo author
Redaksi, Bidik Tangsel
- Sabtu, 7 September 2019 | 12:37 WIB

#UKMTangsel - Jika Anda tinggal atau kebetulan berkunjung ke Tangerang Selatan (Tangsel) , sempatkanlah main ke Granada Square di bilangan Kencana Loka, BSD. Di antara deretan gerai-gerai kuliner yang tersedia di sana, dari pukul sembilan pagi sampai sebelas malam, Anda akan menemukan sebuah kedai kopi yang dioperasikan di atas VW Combi berkelir merah putih.

Kedai bergerak itu diberi nama ‘Kito Rato’, diambil dari bahasa Minang yang berarti ‘Kita Setara’.

Bila kedai sedang sibuk, bersabarlah sebentar untuk ikut mengantre. Tetapi jika kebetulan lengang, berbahagialah karena Anda bisa berkenalan dengan tiga anak muda hebat yang menjalankan usaha kecil itu. Wahyu Alistia, masih 25 tahun usianya, Rendi Agusta yang sebaya Alis, dan Saldi Rahman yang lebih muda dua tahun dari dua karibnya.

Ketiganya tuna daksa. Alis dan Rendi hanya memiliki satu tangan, sementara Saldi berjalan dengan satu kaki. Tetapi tak usah kasihan pada mereka, ketiganya tak ingin dilihat berbeda, dikasihani, apalagi dipandang sebelah mata. Kedai itu mereka beri nama Kito Rato dengan satu semangat sekaligus harapan: Mereka ingin dipandang setara. Bahwa mereka juga bisa membuktikan diri sebagai anak-anak muda yang berkarya, berdaya dan bisa menjadi juara.

Mereka membalik cara pandang kita selama ini terhadap kaum difabel. Stigma masyarakat yang menganggap mereka ‘beban’ yang tak bisa disetarakan dengan yang lain, coba dibongkar oleh tiga anak muda ini. Barangkali banyak anak muda lain yang selama ini mengeluh tentang sulitnya mencari pekerjaan, susahnya memulai usaha, dan seterusnya, sepatutnya malu pada Alis, Rendi dan Saldi. Ketiganya bisa membuktikan kepada kita bahwa di tengah segala keterbatasan yang ada, mereka tetap bisa berkarya dan berdaya.

Kuncinya kemauan, kerja keras, dan kolaborasi. Banyak anak muda yang sebetulnya punya potensi besar, tak bisa jadi apa-apa karena malas dan enggan bekerjasama dengan orang lain. Padahal masa depan adalah milik mereka yang berani mengeksekusi dan memperjuang-kan ide-ide, juga menyediakan diri untuk berkolaborasi. Kito Rato menampar kesadaran kita semua tentang hal ini.

Teladan kesetaraan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Rekomendasi

Terkini

Cara Mudah Merawat Radiator Mobil Agar Mesin Awet

Rabu, 3 September 2025 | 09:58 WIB
X