banten-raya

Ardi Maulana Putra Petani Gunung Karang perintis " Talas Beneng" Go Internasional

Rabu, 24 Februari 2021 | 01:43 WIB

" Talas Beneng " merupakan jenis umbi-umbian asli khas Pandeglang yang telah disertifikasi. " Beneng " merupakan singkatan dari Besar dan Koneng .
Koneng adalah sebuah kata dalam bahasa Sunda yang artinya berwarna kuning.

Asal mula Talas Beneng adalah tanaman liar di dalam hutan Gunung Karang, Pandeglang.
Umbi Talas Beneng berukuran besar dengan warna daging kuning. Ukuran tanaman Talas Beneng bisa sangat besar, yakni sekitar 2,5 meter dengan ukuran satu umbi maksimal bisa mencapai 30-40 kg per batang.

Talas Beneng merupakan umbi batang yakni umbinya muncul sampai ke atas permukaan tanah mengikuti batang tanaman.
Jadi bisa memanjang atau meninggi sesuai tinggi pohon talas.
Meski telah memasuki masa panen tetapi belum dipanen juga, maka umbi talasnya tidak akan bermasalah.
Semua bagian Talas Beneng dari akar, daun, batang dan umbinya dapat dimanfaatkan tidak ada yang terbuang.
Dapat tumbuh dilokasi seluruh Indonesia.
Talas Beneng sangat mudah di budidayakan terlebih jika di musim hujan.

Berbeda dengan Talas Bogor yang jika telah memasuki masa panen kemudian tidak dipanen, maka Talas Bogor akan membusuk.

Selama pertumbuhan, tanaman Talas Beneng tidak menuntut syarat khusus.
Untuk pemanfaatannya, Talas Beneng sebelumnya banyak diolah warga sekitar menjadi keripik talas. Namun demikian karena masih terbatasnya alat dan sumber daya manusia di Juhut, Pandeglang kebanyakan talas hanya dikupas dan diparut kemudian dijemur hingga kering.
Kemudian dikirim ke Bogor untuk dijadikan tepung.
Tepung tersebut digunakan untuk membuat berbagai olahan makanan seperti brownies dan lain-lain.

Pemda Banten saat ini tengah giat membudidayakan Talas Beneng untuk dijadikan salah satu komoditi bahan pangan pokok di Provinsi Banten sehingga dapat menguatkan ketahanan pangan dan mengurangi kerawanan pangan.

Talas Beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal. Ukurannya yang besar dengan kadar protein tinggi serta warna kuning yang menarik adalah kelebihan yang dimiliki Talas Beneng dan menjadi ciri khas talas ini.

"Adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi, Pemda maupun kemitraan dengan perusahaan daerah dalam pengembangan pangan lokal diharapkan bisa memacu keragaman produk Talas Beneng termasuk upaya memasyarakatkannya", ujar Ardi.

Halaman:

Terkini