Pada kesempatan kunjungan itu, menanggapi laporan dari Kepala Desa Banjarsari, Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Taufiequrachman Ruki meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar membantu warga penghuni Hunian Sementara (Huntara) di Cigobang Anyar, Desa Banjarsari, Kabupaten Lebak. Pasalnya, ratusan warga yang tinggal di gubug darurat tanpa penerangan listrik sama sekali.
"Saya berharap PT PLN bisa memasang genset di sini secepatnya. Kebutuhan listrik sangat mendesak bagi warga," pungkas Taufiequrachman Ruki yang di sela-sela peninjauan Huntara yang dibangun oleh Perkumpulan Urang Banten (PUB).
Sementara, warga penghuni Hutara, Elly mengamini jika saat ini penerangan lampu listrik sangat dibutuhkan.
"Belum ada listrik Pak, kalau malam gelap sekali," ujar Elly, salah satu penghuni Huntara.
Diketahui, ratusan kepala keluarga korban banjir dan longsor pada 1 Januari 2020 mulai meninggalkan lokasi pengungsian di daerah Ciuyah, Sajira, Kabupaten Lebak. Mereka memilih mendirikan rumah darurat di area jalan milik PT Cemindo Gemilang yang belum rampung dibangun, menurut warga di hubtars mereka lebih dekat dengan kebun dan kehidupan mereka. (red).