banten-raya

Tangkal Hoaks dan Radikalisme, Pemprov dan FKDM Gandeng SMSI

Selasa, 15 Oktober 2019 | 19:42 WIB

TANJUNGPINANG - Kabar bohong atau hoaks yang beredar di media sosial sudah memprihatinkan. Tidak hanya itu,
jejaring sosial juga banyak mandung konten-konten asusila.

Hal ini yang membuat Kesbangprov Kepri prihatin hingga menggandeng Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kepri dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Kepri untuk bersama-sama menangkal hoaks dan radikalisme.

Menurut Kepala Kesbang Provinsi Kepri Lamidi, dalam acara coffee morning dengan pengurus dan penangungjawab media online yang tergabung di SMSI Kepri, sudah menjadi kewajiban bersama untuk menciptakan daerah agar tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Secara kualitas dan kompetensi, media di Provinsi Kepri sudah sangat banyak yang memadai bahkan sudah banyak yang lulus sertifikasi Dewan Pers. Hal itu alangkah baiknya jika kita bersama-sama memerangi hoaks dan mencegah ujaran kebencian serta menangkal potensi radikalisme di masyarakat," sebutnya.

Sementara itu, Ridarman Bay Ketua FKDM Kepri menyebutkan, pihaknya sengaja mengandeng SMSI karena media siber
sangat efektif untuk mensosialisasikan program-program pemerintah dalam menjaga daerah untuk tetap aman.

"Umumnya wartawan yang bekerja di media yang tergabung dalam SMSI sudah punya kompetensi. Artinya, wartawannya sudah punya kemampuan untuk mengidentifikasi hoaks dan informasi yang mengarah kepada ujaran kebencian. Hal itu yang membuat nilai plus kita mengandeng SMSI," kata Ridarman Bay.

Hal yang sama juga disebutkan Dewan UMRAH FISIP Tanjungpinang Oksep Adhayanto. Doktor hukum ini mengaku prihatin dengan maraknya hoaks di media sosial namun yang menjadi korban adalah media siber.

Halaman:

Terkini