”Banten merupakan provinsi penghasil penerimaan cukai MMEA terbesar di Indonesia (CEISA Billing 2022). Penerimaan cukai MMEA bulan Juni 2023 ini juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,07 persen (YoY: Juni 2022). Selain karena peningkatan volume produksi, penerimaan cukai MMEA juga semakin optimal sejalan dengan pelaksanaan operasi pengawasan yang dilaksanakan secara serentak dan terpadu di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Sugiyarto kemudian.
Baca Juga: Wali Kota Serang Syafrudin Resmikan GOR RSB Futsal
Sugiyarto juga menyampaikan realisasi belanja APBN sampai dengan 30 Juni 2023 sebesar Rp12,02 Triliun atau 46,50% dari pagu.
”Trennya bertumbuh 1,79 % dibandingkan periode yang sama tahun anggaran yang lalu. Salah satu penyebabnya adalah karena kita sudah memasuki tahapan Pemilu sehingga terjadi peningkatan realisasi belanja,” terang Sugiyarto.
”Terjadi perubahan kebijakan penyaluran KUR, sehingga pemerintah tidak maksimal menyalurkan KUR. Namun, pemerintah cukup optimis target penyaluran KUR akan tercapai di akhir tahun. Begitu pula penyaluran Ultra Mikro (UMi) mengalami kontraksi dikarenakan kenaikan biaya administrasi akibat banyaknya debitur yang gagal bayar pada saat pandemi Covid-19,” tutup Sugiyarto.
Pencapaian kinerja penerimaan negara dan belanja APBN di Provinsi Banten yang positif ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat.
Pemerintah berharap agar kinerja ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Banten. (***)