”Karena modal yang dibutuhkan Rp60 sampai 62 juta per hektarnya itu dengan sewa lahan pertahun, pertahun kurang lebih Rp5 juta untuk sewa lahannya maka kita atur tanam dna panennya,” paparnya.
Suhardjo menambahkan, bahwa selama ini pihaknya juga mengupayakan untuk bantuan bibit, pupuk, obat-obatan.
”Ini juga salah satu program dari Kementerian Pertanian dengan bantuan bibit, pupuk dan obat-obatan, untuk tenaganya masyarakat sini,”tuturnya.(***)