banten-raya

Pemkab Serang-Yayasan Al Bahru Teken MoU Pembangunan Masjid Terapung Banten

Kamis, 28 Agustus 2025 | 22:36 WIB

Kota Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Yayasan Al Bahru melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pembangunan dan Pengelolaan Masjid Terapung Banten (MTB).

MoU merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah dan Muhammad Najib Hamas.

Baca Juga: Pemprov Banten Tindaklanjuti Aspirasi Serikat Buruh Sesuai Kewenangan

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas dan Ketua Yayasan Al Bahru Ahmad Taufik Nuriman di Pendopo Bupati Serang pada Rabu, 27 Agustus 2025.

”Hari ini adalah penandatanganan MoU Pemkab Serang dengan Yayasan Al Bahru, penandatanganan MoU ini adalah salah satu dari program 100 hari kerja Ibu Bupati dan Wakil Bupati,”kata Wakil Bupati Serang Najib Hamas kepada wartawan usai MoU.

Kemudian yang kedua, lanjut Najib Hamas, untuk persiapan kelancaran pembangunan yang dinas terkait akan mengevaluasi kondisi konstruksi yang sudah sekian tahun terbengkalai.

Baca Juga: Festival Seni Budaya Kota Tangerang 2025 Resmi Ditutup: Mewujudkan Perdamaian Melalui Seni Budaya

”Kita akan bantu dari dinas terkait untuk mengevaluasi mana konstruksi yang bisa dilanjut, mana yang perlu diperbaiki,”katanya.

Sedangkan yang ketiga, Najib Hamas mengatakan yakni terkait dengan perizinan, karena untuk saat ini adanya ketentuan baru yakni bangunan sepanjang laut itu harus ada perizinan dari pemerintah pusat, maka ini akan kita tempuh untuk mempermudah Yayasan Al Bahru melanjutkan pembangunan.

”Yang ke 4 karena ini adalah ikonnya salah satu rangkaian wisata religi Banten, maka kita mengajak masyarakat mengimbau untuk bersama-sama bergotong royong membangun MTB ini,”ujarnya.

Baca Juga: Danantara Kucurkan Rp1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani, Bapanas Tegaskan Larangan Jual di Bawah HAP

Yang pasti untuk saat ini, sebut Najib Hamas, pihaknya akan rintis dengan mengevaluasi dari segi konstruksi dilakukan oleh DPUPR, dari sisi wisata religi oleh Disporapar juga Diskoumperindag mensupport berkaitan dengan UMKM untuk para wisatawan.

”Jadi ini hampir semua OPD itu melakukan support sesuai dengan tupoksinya,”terangnya.

Ketua Yayasan Al Bahru Ahmad Taufik Nuriman mengatakan setelah dilakukannya MoU, langkah kedepannya untuk melanjutkan pembangunan MTB yang terpenting mencari sumber dana dengan estimasi anggaran sekitar Rp100 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini