Kota Serang, bidiktangsel.com — Ketua Umum Forum Pimred Multimedia Indonesia (FPRMI), Bernandus Wilson Lumi, menekankan pentingnya membumikan wacana Dana Danantara sebagai solusi investasi daerah agar tidak hanya menjadi narasi elit yang asing bagi masyarakat luas.
Hal ini disampaikan dalam pembukaan Diskusi Nasional bertajuk “Danantara: Solusi Investasi Daerah dan Strategi Menghadapi Badai Global”.
Baca Juga: Diskusi Nasional Soroti Potensi dan Risiko Dana Danantara dalam Mendukung Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, Bernandus mengibaratkan Dana Danantara sebagai "seorang putri" yang selama ini hanya bisa dipandang dari kejauhan, tanpa benar-benar diketahui apa isinya.
“Forum ini penting agar kita tidak hanya melihat dari jauh, tetapi bisa memahami secara utuh—apa itu Dana Danantara, bagaimana perannya, serta implikasinya terhadap masa depan investasi daerah,” ujar Bernandus di hadapan para narasumber dan peserta diskusi nasional dari lintas sektor.
Bernandus juga berharap diskusi ini dapat memunculkan dampak konkret dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas Dana Danantara sebagai mekanisme pengelolaan aset nasional.
Baca Juga: Danantara, Solusi Investasi Daerah di Tengah Ancaman Krisis Global
“Kita berharap media menjadi garda depan dalam menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab, bukan sekadar reproduksi narasi tanpa kedalaman,” tegasnya.
Menurutnya, Dana Danantara yang disebut-sebut sebagai instrumen pengelolaan aset strategis senilai ribuan triliun rupiah harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Diskusi publik yang digagas FPRMI ini diharapkan mampu menjembatani pemahaman antara pemangku kebijakan, pengelola investasi, dan masyarakat.
“Kita tidak boleh membiarkan Dana Danantara hanya menjadi bahan spekulasi. Warga, media, dan daerah harus tahu apa manfaat dan risikonya,” pungkas Bernandus.
Diskusi nasional ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, penegak hukum, dan investor, serta menjadi ajang tukar gagasan strategis terkait solusi menghadapi ketimpangan investasi dan tekanan ekonomi global melalui skema Dana Danantara.
(***)