Rumah MARIMBA: Lebih dari Sekadar Ruang Belajar
Rumah MARIMBA 3 merupakan kelanjutan dari dua rumah sebelumnya yang telah hadir di Kampung Panggarangan dan Kampung Nagajaya.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan GMLS untuk membentuk ekosistem pendidikan tangguh di wilayah rawan bencana.
Dengan dukungan mitra lokal seperti DESTANA, GMLS ingin menjadikan Rumah MARIMBA sebagai tempat aman, adaptif, dan mendidik.
Visi jangka panjangnya: menciptakan generasi muda yang tanggap, kritis, dan resilien.
Baca Juga: Kedatangan Timnas Indonesia di Jepang Disambut Meriah: Bukti Kuatnya Dukungan Diaspora Garuda
Kolaborasi Multisektor: Kekuatan di Balik Rumah MARIMBA
Kegiatan ini mencerminkan sinergi positif antara komunitas lokal, mahasiswa, dan organisasi kemanusiaan.
Humanity Project Batch VI dari UMN berperan aktif, tidak hanya sebagai fasilitator kegiatan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial di akar rumput.
“Dari workshop ini saya belajar banyak. Bagaimana mengedukasi anak tanpa membuat mereka panik saat bencana. Kami sangat terbantu dengan teman-teman mahasiswa,” ujar salah satu relawan dengan antusias.
Komitmen Jangka Panjang GMLS: Dari Edukasi ke Ketangguhan Komunitas
Sejak berdiri pada tahun 2020, GMLS telah berkomitmen membangun ketangguhan komunitas di wilayah pesisir selatan Banten.
Salah satu prestasi nyatanya adalah keberhasilan membantu Desa Panggarangan memperoleh status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO.
Dengan workshop ini, GMLS menunjukkan langkah konkret dalam membumikan literasi dan mitigasi bencana ke dalam praktik nyata di masyarakat—terutama anak-anak sebagai kelompok paling rentan.