Ia menekankan bahwa hanya melalui komunikasi yang jujur dan konstruktif, potensi konflik akibat kesalahpahaman dapat diminimalisir.
“Kita ingin semua tokoh agama saling mengenal lebih dekat, membangun saling pengertian, dan bersama menjaga iklim keberagaman yang damai. Dialog ini juga menjadi ajang konsolidasi sosial untuk memperkuat ketahanan masyarakat,” jelas Odih.
Tokoh Agama Sepakat Jaga Kerukunan demi Bangsa
Dialog ini menghadirkan para narasumber lintas agama yang memiliki pengaruh besar di komunitas masing-masing, seperti Roko Osner Purba dari umat Katolik, Pendeta Junit Sihombing dari umat Protestan, serta KH.
Hamdan Suhaimi, Ketua FKUB Kabupaten Serang yang juga mewakili umat Islam.
KH. Hamdan Suhaimi mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan adalah anugerah yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati.
“Kita ini satu bangsa yang beragam. Mari kita rawat keberagaman ini dengan saling menghargai, saling membantu, dan berkontribusi bersama membangun Indonesia yang damai dan sejahtera,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama atas dukungan yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan penting ini, yang menurutnya menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat solidaritas antar umat.
Penguatan Nilai Moderasi Beragama
Kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama FKUB Kabupaten Serang ini juga menjadi sarana dalam mendukung program pemerintah terkait moderasi beragama, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara keyakinan individu dan komitmen kebangsaan.
Dengan semangat kolaborasi lintas iman, FKUB Kabupaten Serang berkomitmen melanjutkan upaya membangun ruang-ruang dialog, mempererat sinergi tokoh agama, dan menjaga stabilitas sosial demi keutuhan NKRI.
(***)