banten-raya

Seba Baduy 2025: Simbol Harmoni Alam dan Budaya, 1.769 Warga Baduy Sambangi Pendopo Lebak

Sabtu, 3 Mei 2025 | 17:36 WIB
Menjaga Tradisi dan Merawat Homoni Melalui Seba Baduy

Baca Juga: Dua Guru Berprestasi di Kabupaten Tangerang Dapat Hadiah Umroh dari Bupati dalam Peringatan HARDIKNAS 2025

“Alam adalah ibu bagi kami. Kalau alam rusak, hidup manusia juga rusak. Kami berharap semua pihak turut menjaga hutan dan sungai seperti kami menjaganya di Baduy,” ujar Jaro Saidi.

Pesan ini menjadi pengingat di tengah isu kerusakan lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Masyarakat Baduy yang menolak penggunaan teknologi modern dan hidup menyatu dengan alam menjadi contoh konkret bagaimana manusia dapat hidup selaras dengan lingkungan.

Kehadiran duta besar dan pejabat negara dalam Seba Baduy tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi lokal memiliki daya tarik global.

Dalam konteks diplomasi budaya, Seba Baduy menawarkan narasi yang kuat tentang keberlanjutan, perdamaian, dan nilai-nilai kearifan lokal yang semakin dibutuhkan dalam era modern.

Baca Juga: Senam Massal Ribuan Guru di Kabupaten Tangerang: Semangat Sehat dan Inovasi di Hari Pendidikan Nasional

Dengan tetap mempertahankan adat istiadatnya, masyarakat Baduy secara tidak langsung mengajak dunia untuk menengok kembali filosofi hidup sederhana, menjaga keseimbangan, dan hidup dalam harmoni dengan alam.

Seba Baduy bukan hanya milik Kabupaten Lebak atau masyarakat Baduy semata. Ia adalah warisan budaya tak benda Indonesia yang merepresentasikan identitas dan keteguhan dalam menjaga prinsip-prinsip luhur nenek moyang.

Di tengah arus globalisasi, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan tradisi dan menjadikan budaya lokal sebagai fondasi pembangunan nasional.

Pemkab Lebak berharap Seba Baduy terus menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya menguatkan hubungan pemerintah dan masyarakat adat, tetapi juga memperkuat citra Lebak sebagai daerah yang kaya akan budaya dan menjunjung nilai-nilai keberlanjutan. (***)

Halaman:

Tags

Terkini