Baca Juga: Anggota Polres Tangsel Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Ketahanan Pangan: Edukasi Hingga Hasil Nyata
Sementara itu, PERTINA melihat program ini sebagai peluang untuk memperluas basis atlet muda di wilayah yang selama ini belum tersentuh pelatihan tinju secara intensif.
Ke depan, Disporabudpar menargetkan agar hasil dari sosialisasi ini tidak berhenti pada pengenalan semata, tetapi berlanjut pada pembentukan unit kegiatan olahraga (UKO) atau ekstrakurikuler tinju dan dayung di sekolah-sekolah.
Bahkan, Ratih mengisyaratkan rencana menggelar kompetisi pelajar antar sekolah sebagai panggung awal bagi atlet-atlet muda unjuk kemampuan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya mengenalkan, tetapi harus ada tindak lanjut berupa pelatihan, pembinaan, dan kompetisi,” jelasnya.
Langkah strategis ini juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap minimnya regenerasi atlet di cabor tertentu. Banyak cabor unggulan di Kabupaten Tangerang yang kesulitan menemukan penerus akibat kurangnya sosialisasi dan pembinaan sejak dini.
Dengan memanfaatkan momentum semangat pelajar dan dukungan dari sekolah, Disporabudpar berharap Kabupaten Tangerang bisa melahirkan lebih banyak atlet nasional di masa depan dari cabor yang selama ini belum populer di tingkat pelajar. (***)