Kabupaten Lebak, bidiktangsel.com - Nasib memilukan dialami oleh Mustakim (18) dan Rupita Maulida Wilhelmina (13), dua kakak beradik asal Kampung Cepak Kandang, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Mereka telah menderita lumpuh sejak masih bayi, membuat aktivitas sehari-hari mereka terbatas hanya di atas balai-balai atau lantai rumah sederhana berbahan bambu.
Baca Juga: Pagelaran Tari Kolosal Rampak Barong Perkenalkan Budaya Lokal Tangerang Selatan
Mustakim dan Rupita adalah anak dari pasangan Ahmad Rifai dan Uus. Keluarga ini tinggal dalam kondisi serba terbatas, di mana keterbatasan ekonomi menjadi tantangan utama dalam memberikan perawatan yang memadai bagi kedua anak mereka.
Rumah sederhana yang mereka huni pun jauh dari kata layak, menambah keprihatinan terhadap kehidupan keluarga ini.
Kondisi kedua kakak beradik ini telah menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah pihak pun mulai memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran di Tangerang Selatan Terendah di Banten, Kini Hanya 5,09 Persen
Namun, keluarga Ahmad Rifai masih membutuhkan uluran tangan lebih besar, baik dari pemerintah maupun para dermawan, untuk biaya pengobatan dan perawatan medis yang layak bagi Mustakim dan Rupita.
Kondisi seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan fisik dan ekonomi.
Harapannya, lebih banyak pihak yang tergerak untuk membantu dan memberikan harapan baru bagi keluarga ini.
Baca Juga: Hendry CH Bangun Dorong Persiapan Teknis HPN 2025 Banjarmasin Dimulai Pekan Depan
Pemerintah daerah diharapkan turut andil dalam memberikan solusi, baik melalui program kesehatan, bantuan sosial, maupun penggalangan dana, agar Mustakim dan Rupita dapat menjalani hidup yang lebih layak dan mendapat akses pengobatan yang memadai.
Dengan sinergi berbagai pihak, keinginan keluarga Ahmad Rifai untuk melihat anak-anak mereka mendapatkan perawatan medis terbaik bukanlah sesuatu yang mustahil.
Mari bersama kita bantu mewujudkan harapan mereka. (***)