1. Reformasi Birokrasi: Meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan birokrasi yang bersih, inovatif, dan adaptif.
2. Mewujudkan Masyarakat Madani: Mendorong masyarakat yang berkeadilan dan sejahtera.
3. Penguatan Konektivitas Antar Wilayah: Meminimalisir kesenjangan pembangunan antara Banten Selatan dan Utara.
4. Pemerataan Pembangunan: Meningkatkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Banten.
Baca Juga: Bawaslu Tangerang Selatan Gelar Sosialisasi Perempuan Berdaya Mengawasi untuk Pilkada 2024
Dalam 71 program dan kegiatan yang direncanakan, fokus utama pasangan ini mencakup peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja, terutama untuk mendukung pelaku UMKM dan mempromosikan kewirausahaan di kalangan anak muda.
Calon Wakil Gubernur Banten, Ade Sumardi, menambahkan bahwa salah satu prioritas mereka adalah meningkatkan konektivitas antara wilayah Banten Utara dan Selatan.
Menurutnya, potensi besar di wilayah Selatan perlu digali melalui pembangunan infrastruktur yang lebih baik, termasuk jalan poros desa.
Baca Juga: Benyamin Davnie Prioritaskan Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur dalam Kampanye di Setu Tangsel
“Kita harus memastikan konektivitas antara Utara dan Selatan berjalan dengan baik, karena potensi Selatan sangat luar biasa, namun infrastruktur masih kurang,” jelas Ade.
Ia juga menyoroti aspirasi masyarakat di Banten Selatan untuk membentuk daerah otonomi baru (DOB) Cilangkahan.
Menurut Ade, pembentukan DOB ini akan membantu mempercepat kemajuan wilayah Selatan, seperti yang terjadi saat Banten berpisah dari Jawa Barat.
“Kita akan dorong DOB Cilangkahan untuk memastikan daerah Selatan tidak tertinggal,” tambahnya.
Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Fokus pada Infrastruktur dan Pendidikan dalam Kampanye di Pamulang
Di akhir debat, pasangan Airin Ade menekankan bahwa mereka berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja.