Serang, bidiktangsel.com - Kinerja APBN Provinsi Banten pada Triwulan II 2024 menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan pertumbuhan positif pada sisi pendapatan dan belanja negara.
Hal ini disampaikan oleh para pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Regional Banten dalam siaran pers online pada hari ini.
"Secara umum, realisasi pendapatan APBN regional Banten sampai dengan 31 Mei 2024 menunjukkan kinerja yang sangat baik," ujar Suska, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten.
Baca Juga: Jemaah Haji Pandeglang Kloter 15 Tiba di Tanah Air, Bupati Pandeglang Sampaikan Pesan Penting
Realisasi penerimaan pajak mencapai 41,91% dari target, menunjukkan kinerja yang solid dalam menghimpun penerimaan negara.
Hal ini sejalan dengan pemulihan ekonomi yang mendorong peningkatan aktivitas perniagaan dan konsumsi masyarakat.
Penerimaan kepabeanan dan cukai pun menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai 37,39% dari target. Kinerja ini didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor-impor dan geliat industri manufaktur di wilayah Banten.
Sementara itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai 66,90% dari target. Capaian ini menunjukkan efektivitas pengelolaan sumber-sumber pendapatan negara lainnya, seperti hasil pengelolaan kekayaan negara dan jasa layanan pemerintah.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Salurkan Bantuan Mesin Kapal Ikan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Secara keseluruhan, total realisasi pendapatan sampai dengan 31 Mei 2024 telah mencapai 41,49% dari target dan mengalami pertumbuhan sebesar 12,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini menunjukkan optimisme pemulihan ekonomi dan efektivitas pengelolaan keuangan negara di Provinsi Banten.
Di sisi belanja negara, realisasi belanja barang dan modal mencapai 24,72% dari target, belanja pegawai mencapai 33,79% dari target, dan belanja bantuan sosial mencapai 31,48% dari target.
Baca Juga: Inspirator Pengolahan Sampah dan Pemenang Penghargaan Bergengsi, Kampung Darling Sudimara Jaya
Belanja negara ini difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.