banten-raya

Ekonom Muda Banten Idho Meilano Sanggah Kebijakan Pj Gubernur Soal Bank Banten: Kepercayaan Publik Belum Kuat!

Selasa, 23 April 2024 | 19:55 WIB
Ekonom Muda Banten, Idho Meilano.

Serang, 23 April 2024 - Instruksi Mendagri Tito M Karnavian untuk memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten (Perseroda) Tbk menuai kritik dari Ekonom Muda Banten, Idho Meilano.

Idho mempertanyakan kesiapan Bank Banten dan potensi risiko yang bisa ditimbulkan.

Idho menegaskan bahwa Bank Banten harus memperkuat fundamentalnya terlebih dahulu.

Baca Juga: 30 Tahun Kiranti: Wariskan Kekuatan Herbal Alami untuk Perempuan Indonesia

Ia mengingatkan kejadian gagal bayar Bank Banten pada 2020 dan turunnya harga saham di bulan ini, yang menunjukkan kepercayaan publik yang masih rendah.

"Harus dipastikan resiko apa saja yang akan didapat, masyarakat tidak boleh terdampak kepada kebijakan ini," tegas Idho.

Idho mempertanyakan rencana Pj Gubernur Banten Al Muktabar untuk membeli semua saham Bank Banten yang dinilai belum sehat.

Baca Juga: Sampah Tangsel: Antara Regulasi Kurang Memadai dan Upaya Pemerintah

Ia menekankan bahwa Bank Banten masih merugi sejak awal pendirian hingga 2 tahun lalu.

"Menurut saya Bank Banten belum bisa dinilai hanya dengan pencapaian 1 tahun kemarin," ucap Idho, yang pernah menyabet Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas di Untirta.

Idho menegaskan pentingnya komunikasi dengan Walikota dan Bupati terkait pemindahan RKUD.

Baca Juga: Tangsel Gelar Berbagai Upaya Strategis Atasi Sampah 1.000 Ton Per Hari, Termasuk Incinerator dan Kerja Sama Daerah

Ia meyakini adanya kesepakatan dengan bank lain seperti Bank BJB.

"Harus dikomunikasikan dengan lebih intens apakah Walikota dan Bupati mau memindahkan RKUD-nya dan membeli sebagian saham Bank Banten dengan segala resiko yang mungkin akan terjadi. Harus dikaji lebih dalam, komprehensif dan hati-hati agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan publik dan operasional pemerintahan," tutup Idho. (***)

Tags

Terkini