Karenanya, APBN dirancang dengan antisipasi, kewaspadaan terhadap potensi krisis, responsif, memprioritaskan kepentingan masyarakat dan nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
APBN diharapkan mampu mengurangi kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan mendekati 0 persen pada tahun 2024. Selain itu, APBN juga diharapkan dapat membantu menurunkan angka pengangguran, mengurangi ketimpangan pendapatan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.
Belanja negara diarahkan untuk mendukung percepatan transformasi ekonomi melalui upaya penghapusan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, penguatan sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, mendukung pemanfaatan sumber daya alam, deregulasi, dan penguatan institusi.
Baca Juga: Program Cageur Jasa, Upaya Pemkot Tangerang Lindungi Kesehatan Masyarakat
Program subsidi dan perlindungan sosial akan ditingkatkan sasaran dan efektivitasnya melalui peningkatan akurasi data, perbaikan mekanisme penyaluran, dan sinergi program.
"Kami berharap DIPA Instansi Vertikal dan Daftar Alokasi TKD tahun 2024 dapat segera ditindaklanjuti oleh para Pimpinan di Provinsi Banten, sehingga pelaksanaan APBN 2024 dapat dipercepat dan masyarakat Banten dapat merasakan manfaatnya pada triwulan awal 2024," tambahnya. (***)